Geger Terduga Teroris di Bangka Belitung, Pak RT Kaget Pria yang Kerap Mentraktirnya Makan Ditangkap
AS, terduga teroris di Bangka Belitung kemudian dikabarkan kabur dari Polda pada Kamis (1/7/2021) dini hari
Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - Detik-detik rumah AS (44), warga Kace, Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung digeledah petugas karena diduga terkait terorise di Indonesia masih teringat jelas di kepala Supangat (52).
Pria paruh baya yang menjabat sebagai Ketua RT 01 Desa Kace kaget bukan kepalang atas kasus yang terjadi di wilayahnya itu.
AS merupakan satu dari dua warga Bangka Belitung yang ditangkap karena diduga terkait kelompok jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Selain AS, ada warga lainnya berinisial SU (40), warga Kelurahan Gajah Mada, Pangkalpinang, Bangka Belitung.
Saat rumah AS digeledah, Supangat (52) sedang santap siang, Rabu (30/6/2021) siang.
Ponsel miliknya berdering.
Di layar ponsel, muncul nama Bhabinkamtibmas Desa Kace. Supangat.
Dia segera menerima telpon dari anggota polisi itu.
Di ujung telpon, anggota Bhabinkamtibmas meminta Supangat segera beranjak ke rumah AS.
Sebagai Ketua RT 01 Dusun II Desa Kace, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dia menerka-nerka sebab musabab dipanggil polisi.
Saat disebutkan ada Densus 88 di rumah AS, Supangat segera berhenti makan siang.
"Saya kaget, waktu disuruh Pak Bhabin ke rumah AS," ucap Supangat, Kamis (1/7/2021).
Itulah awal mula Supangat mengetahui rumah AS digeledah anggota Densus 88 dan ditemukan berbagai macam senjata dan panah di dalamnya.
"Pas di jalan saya mikir, kalau ada Densus pasti ini ada hubungannya dengan teroris," terangnya kepada bangkapos.com.
Tiba di tempat tujuan, garis polisi sudah terpasang di depan rumah AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20210702-supangat-yang-jadi-saksi-penggeledehan-rumah-terduga-teroris-di-kace-bangka-belitung.jpg)