Heboh Dugong Terdampar di Pasir padi Pangkalpinang, Tahukah Anda Hewan Ini Kerabat Evolusi Gajah?

Video penampakan Dugong di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang beredar. Dulu pernah ada kasus tengkoraknya dikirim ke Thailand

Editor: Dedy Qurniawan
Ist/tangkapan layar story Langka Sani
Penampakan Dugong yang terdampar di Pantai Pasirpadi Pangkalpinang 

Dia juga belum dapat menjelaskan mengenai kronologi dari terdamparnya dugong yang merupakan biota yang dilindungi tersebut.

"Kita dapat info jam 10.00 WIB, posisinya di bawah klenteng turunan karoke, kabarnya dijual sekilo Rp100 Ribu. Tapi ini belum jelas, nanti kalau sudah pasti dikabari lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kurau Timur Jazila mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui informasi keberadaan dugong tersebut.

Saat ini pihaknya bersama Dinas Kelautan dan Perikan Provinsi masih melakukan penyelidikan mengenai keberadaan Dugong tersebut.

"Saya belum tau juga dan masih cari tahu kebenarannya, nanti kalau memang sudah ada kita akan info dan konfirmasi lagi," ungkap Jazila saat dihubungi bangkapos.com, Jumat (10/9/2021).

Kerangka Dugong Dikirim ke Thailand

Sebenarnya, kabar Dugong bikin heboh di Bangka Belitung bukan kali ini terjadi.

Sebelumnya, petugas pernah mengungkap praktik penyelundupan kerangka Dugong atau Duyung dari Bangka Belitung ke Thailand berhasil diungkap petugas.

Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang berhasil menggagalkan penyelundupan satu tengkorak kepala dan bagian tulang rusuk Dugong atau Duyung.

Terungkapnya kasus penyelundupan  Dugong atau Duyung ini ini bermula dari informasi, pada Rabu (19/02/20) siam,

Petugas Avsec AP II yang bertugas saat itu, mencurigai sebuah paket yang dikirim melalui jasa pengiriman PT. Pos Indonesia Persero dengan tujuan ke Thailand.

"Sekira pukul 16.25 WIB bertempat di gudang kargo Bandara Depati Amir petugas Avsec AP II yang bertugas di X-Ray kargo Bandara Depati Amir mencurigai paket yang dibungkus dengan karung dan kardus yang akan dikirimkan ke Thailand oleh jasa pengiriman melalui penerbangan Lion air JT 619," ujar Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Saifuddin Zuhri saat acara serah terima barang di Kantor Balai Karantina Kelas II Pangaklapinang, Kamis (20/02/20).

Karena diduga ada benda yang berasal dari benda hidup di sebuah paket, petugas Avsec menghubungi petugas karantina pertanian untuk melakukan pemeriksaan.

Awalnya, dari keterangan dokumen pengiriminan, paket tersebut tertera Dried Squid dan fish bone seberat 10 Kg.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved