Selasa, 21 April 2026

Heboh Dugong Terdampar di Pasir padi Pangkalpinang, Tahukah Anda Hewan Ini Kerabat Evolusi Gajah?

Video penampakan Dugong di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang beredar. Dulu pernah ada kasus tengkoraknya dikirim ke Thailand

Editor: Dedy Qurniawan
Ist/tangkapan layar story Langka Sani
Penampakan Dugong yang terdampar di Pantai Pasirpadi Pangkalpinang 

Selanjutnya paket tersebut diamankan oleh petugas karantina pertanian untuk proses lebih lanjut.

Karena awalnya dikira tulang tulang dari kerangka Gajah, lalu barang itu diamankan oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang guna dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Guna memastikan kebenaran dan jenis tulang serta tengkorak tersebut, Balai Karantina Pertanian, berkoordinasi serta bekerjasama dengan BKSDA Resort Bangka dan Yayasan ALOBI.

"Berdasarkan keterangan dari para pakar dari LIPI, Ahli Anatomi FKH UGM dan dokter hewan forensik BKSDA Bengkulu disimpulkan bahwa kerangka tersebut merupakan kerangka Ikan Dugong (Dugong dugon) termasuk satwa liar yang dilindungi," Kata Saifuddin.

Dugong Masih Kerabat Evolusi Gajah

Dilangsir dari Wikipedia.org, Duyung atau dugong (Dugong dugon) adalah sejenis mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau sapi laut yang masih bertahan hidup selain manatee dan mampu mencapai usia 22 sampai 25 tahun.

Duyung bukanlah ikan karena menyusui anaknya dan masih merupakan kerabat evolusi dari gajah.

Ia merupakan satu-satunya hewan yang mewakili suku Dugongidae.

Selain itu, ia juga merupakan satu-satunya lembu laut yang bisa ditemukan di kawasan perairan sekurang-kurangnya di 37 negara di wilayah Indo-Pasifik, walaupun kebanyakan duyung tinggal di kawasan timur Indonesia dan perairan utara Australia. 

Makanan

Duyung atau dugong adalah satu-satunya mamalia laut herbivora atau maun (pemakan dedaunan), dan semua spesies sapi laut hidup pada perairan segar dengan suhu air tertentu.

Duyung sangat bergantung kepada rumput laut sebagai sumber makanan, sehingga penyebaran hewan ini terbatas pada kawasan pantai tempat ia dilahirkan.

Hewan ini membutuhkan kawasan jelajah yang luas, perairan dangkal serta tenang, seperti di kawasan teluk dan hutan bakau.

Moncong hewan ini menghadap ke bawah agar dapat menjamah rumput laut yang tumbuh di dasar perairan.

Etimologi dan taksonomi

Sumber: Bangka Pos
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved