Breaking News:

Berita Kriminalitas

Bandar Narkoba di Lapas Tuatunu Pangkalpinang Terbongkar, Dua Napi Kendalikan Peredaran Sabu

Bandar narkoba yang melibatkan sindikat di lembaga permasyarakatan (lapas) kembali terungkap.

Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kapolres Pangkalpinang AKBP Dwi Budi Murtiono (Tengah) didampingi Kasat Narkoba Iptu Astrian Tomi (Kiri) dan Kasi Humas Polres Pangkalpinang, AKP Agus Widodo (Kanan) dia saat menunjukan barang bukti narkoba ketika menggelar konferensi pers di halaman Polres Pangkalpinang, Selasa (21/9/2021). 

Disebutkannyam peredaran narkoba yang dikendalikan napi ini dikontrol menggunakan sambungan telepon.

Di mana disaat dilakukan penggeledahan di dalam lapas terhadap dua napi tersebut didapati satu unit handphone warna hitam dan satu unit android warna hitam.

“Transaksi dikontrol oleh ND melalui handphone, dari dua handphone yang diamankan ada berisi kontrol dia terhadap SN,” ungkap Dwi Budi.

Saat ini kepolisian tengah melakukan pengembangan lebih dalam terkait dugaan Napi lain yang terlibat peredaran barang haram ini berkoordinasi dengan Lapas Kelas II A Pangkalpinang.

“Kita belum tahu apakah sebatas ND dan AT. Kalau nanti berdasarkan pengembangan dan penyelidikan ditemukan dugaan tersangka lain kita akan lakukan tindakan yang sama. Prinsip pada saat kita tangani narkoba harus erat, jelas dan mencari dari jaringan yang paling bawah,” tegas Dwi.

Sementara itu, untuk pelaku lain yakni MD diamankan petugas di rumah kontrakannya di Jalan Stadion Depati Amir, Kelurahan Gabek Satu pada, Senin (20/9/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.

MD ditangkap ketika sedang meletakan pesanan narkotika jenis sabu kepada seseorang di pinggir jalan dan sebagian masih di simpan di dalam jok motor.

“Dari pengakuan MD barang tersebut dia dapatkan dari RD yang saat ini masih menjadi target operasi kita,” kata Dwi.

Dari penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan sebanyak 17 paket sabu siap edar dari dalam tas warna hitam milik MD.

Baca juga: Polisi di Bangka Selatan Dianiaya Pakai Parang, Serangan Wiwin ke Briptu Yasef Sangat Brutal

Baca juga: Dihantam Gelombang Tinggi Sekoci Terbalik, 4 ABK KMP Musi 1 Selamat, 1 Orang Hilang Ditelan Ombak

Terdiri dari tiga bungkus plastik bening ukuran besar, satu paket plastik ukuran sedang dan 13 paket ukuran kecil dengan berat total 26,11 gram serta satu paket ganja Ganja yang dibungkus kertas putih dengan berat 0,48 gram.

Untuk barang bukti lain berupa dua bal plastik strip bening, satu buah timbangan digital, satu bungkus bekas kacang kelinci, satu buah sendok pipet plastik, satu buah tas warna hitam, satu buah plastik kresek warna hitam, satu unit handphone warna biru serta satu unit sepeda motor warna merah dengan nomor polisi BN 3819 RC.

Saat ini kedua tersangka ND dan AT berada di dalam Lapas Kelas II A Pangkalpinang sedangkan SN dan MD telah diamankan di Polres guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Semuanya dipersangkakan melanggar pasal 114 Ayat 2 dan pasal 112 Ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 Tahun,” tandas Dwi Budi.

Kapolres Pangkalpinang AKBP Dwi Budi Murtiono (Tengah) didampingi Kasat Narkoba Iptu Astrian Tomi (Kiri) dan Kasi Humas Polres Pangkalpinang, AKP Agus Widodo (Kanan) dia saat menggelar konferensi pers di halaman Polres Pangkalpinang, Selasa (21/9/2021).
Kapolres Pangkalpinang AKBP Dwi Budi Murtiono (Tengah) didampingi Kasat Narkoba Iptu Astrian Tomi (Kiri) dan Kasi Humas Polres Pangkalpinang, AKP Agus Widodo (Kanan) dia saat menggelar konferensi pers di halaman Polres Pangkalpinang, Selasa (21/9/2021). (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Kasus Berbeda

Kepala Satuan Reserse (Kasat Res) Narkoba Polres Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung Iptu Astrian Tomi menyebut, antara keempat pelaku yang terdiri dari bandar, kurir hingga pengedar narkoba yang ditangkap Tim Kalong pada, Senin (20/9/2021) kemarin merupakan dua kasus yang berbeda.

Di mana pelaku inisial ND (23) warga Desa Katis, Simpang Katis, Bangka Tengah dan AT (38) warga Nelayan II, Sungailiat, Kabupaten Bangka yang mana keduanya adalah seorang narapidana dan SN (21) warga Kelurahan Pemali, Kabupaten Bangka merupakan satu jaringan.

Sementara MD (18) warga Kelurahan Gabek Dua, Kecamatan Gabek, Pangkalpinang seorang pelajar putus sekolah merupakan seorang pengedar.

Dari keempatnya polisi mengamankan sabu seberat 31,47 gram dan ganja seberat 0,48 gram.

“Antara MD dan tiga pelaku yang ditangkap lebih dahulu itu tidak ada kaitannya,” kata Astrian kepada Bangkapos.com saat menggelar konferensi pers di halaman Polres Pangkalpinang, Selasa (21/9/2021).

Tomi menjelaskan, dalam kasus narkoba yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pangkalpinang, SN berperan sebagai kurir.

Sementara itu ND merupakan pemilik barang, sedangkan AT merupakan perantara yang menghubungkan ND dengan SN.

ND sendiri merupakan Napi yang sudah dijebloskan ke penjara sejak tahun 2018 lalu, karena kasus narkotika.

Untuk AT sendiri juga merupakan napi yang sejak 2016 sudah berada di Lapas Tuatunu karena kasus narkoba.

“ND ini berusaha untuk menjual barang orang lain, tetapi mereka tidak memiliki jaringan penjual di luar. Kemudian dia meminta bantu AT, dia nelpon untuk meminta bantu menjual barang dan mereka tukar nomor handphone. Sistem transaksi mereka AT menghubungi SN, kemudian AT memberikan nomor kepada ND,” jelasTomi.

Menurut Tomi, berdasarkan pengakuan SN, ia sudah sering melakukan transaksi barang haram di sekitar Stadion Depati Amir, Pangkalpinang. Bahkan transaksi ditempat yang sama sudah berulang kali dilakukan.

Dalam sekali transaksi, SN mendapat upah sebesar Rp50.000 sampai Rp500.000 berdasarkan paket yang dikirim.

“Hari Minggu kemarin ada juga transaksi di tempat yang sama, jadi sudah sering. Upah berdasarkan pengakuan dari mereka dan dari bukti dari transfer itu beragam ada Rp50 ribu sampai Rp500 ribu, sesuai dengan jumlah barang yang diambil,” ungkapnya.

Sementara itu untuk kasus MD, ia adalah seorang pengedar. Di mana barang tersebut milik RD yang saat ini masih dibidik oleh polisi.

MD sendiri ditangkap setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada gerak-gerik mencurigakan dari pelaku.

“Pada saat patroli kita melihat MD sedang meletakkan barang di pinggir jalan. Kita curiga karena dia akan mengambil barang di dalam jok motornya lagi lalu kita tangkap,” bebernya.

Saat ditangkap benar saja belasan paket narkoba berbagai macam ukuran mulai kecil sampai besar ada di dalam jok motornya dengan berat 26,11 hingga paket ganja seberat 0,48 gram.

“Saat ditangkap yang diletakkan adalah sabu kita buka jok motornya ternyata banyak paket-paket yang sudah disiapkan dia,” tukas Tomi.

Dapat selamatkan sekitar 250 orang

Kapolres Pangkalpinang, AKBP Dwi Budi Murtiono menyebut, dari penangkapan empat orang bandar hingga pengedar narkotika jenis sabu-sabu seberat 31,47 gram dan ganja seberat 0,48 gram setidaknya dapat menyelamatkan sekitar 250 orang dari penyalahgunaan narkotika.

“Nilai barang yang kami sita sekitar Rp50 juta dan orang yang dapat diselamatkan sekitar 250 orang,” kata Dwi Budi.

Berkaca dari kejadian ini, lanjut Dwi Budi, perang melawan narkoba memerlukan sinergitas dan kerja sama terutama dalam kegiatan penyelidikan, tukar menukar informasi, dan operasi bersama.

Ia meminta masyarakat untuk membantu aparat kepolisian dalam memberantas peredaran miras demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Mari jaga kondusifitas kamtibmas dengan tidak mengkonsumsi narkoba, karena dapat merusak masa depan generasi penerus kita,” ajak Dwi.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved