Kamis, 7 Mei 2026

2,4 Juta Orang di Indonesia Harus Vaksinasi Ulang

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut ada 2,4 juta orang di seluruh Indonesia yang vaksinasi Covid-19 dosis pertamanya dianggap hangus

Tayang:
Editor: suhendri
KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi. 

Terlepas dari hal itu, Nadia menyatakan tidak ada alasan akibat ketidaktersediaan stok vaksin di daerah-daerah.

Adapun untuk stok vaksin tambahan yang diperlukan untuk sasaran drop out ini, ia menjamin semua masih dalam batas aman. "(Cadangan vaksin) Aman," ucapnya.

Saat dihubungi sebelumnya, Rabu (16/2/2022), Nadia mengatakan, pengulangan vaksinasi dari awal adalah tindakan yang aman dilakukan.

Hal tersebut juga sudah ada kajian dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

"Iya, (pengulangan vaksinasi primer) aman. Sudah dikaji oleh ITAGI," ujar Nadia.

Berdasarkan SE Nomor SR.02.06/II/921/2022, sasaran drop out dapat mengulang vaksinasi dengan platform atau jenis vaksin yang berbeda.

Nadia menyebut, pengulangan vaksinasi bagi masyarakat yang mengalami drop out memang bisa menggunakan jenis vaksin apa pun dan tidak terpaku pada jenis vaksin yang dahulu. "

Bisa menggunakan vaksin apa saja," katanya.

Hal tersebut, nantinya akan disesuaikan lagi dengan ketersediaan jenis vaksin di masing-masing daerah.

Sementara itu, dilansir dari Antara (15/2), Ketua ITAGI Sri Rezeki melaporkan sekitar 15 juta kelompok sasaran drop out umumnya menerima suntikan dosis pertama vaksin Sinovac.

Padahal, vaksin Sinovac saat ini didistribusikan secara terbatas dan diprioritaskan untuk anak usia 8 hingga 11 tahun.

"Sekarang Sinovac tidak ada. Hanya untuk anak karena logistiknya sudah tidak ada dan kita tidak bisa impor lagi," ujarnya.

Oleh karena itu, ITAGI menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Kemenkes terkait hal ini.

Pertama, bagi sasaran yang belum vaksinasi kedua dalam rentang waktu kurang dari enam bulan dapat diberikan vaksinasi kedua dengan platform yang berbeda sesuai dengan ketersediaan masing-masing daerah.

Kedua, bagi sasaran yang mengalami drop out lebih dari enam bulan, harus melakukan vaksinasi primer dari awal dan menggunakan platform vaksin yang berbeda dari semula.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved