2,4 Juta Orang di Indonesia Harus Vaksinasi Ulang
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut ada 2,4 juta orang di seluruh Indonesia yang vaksinasi Covid-19 dosis pertamanya dianggap hangus
Ketiga, mengingat saat ini vaksin Sinovac didistribusikan dalam jumlah terbatas dan diperuntukkan bagi anak-anak, maka sasaran drop out yang semula menggunakan vaksin Sinovac dapat menggunakan vaksin dengan platform yang berbeda.
Dengan tambahan, saat melakukan vaksinasi dosis kedua nanti, lebih mengutamakan vaksin yang memiliki kedaluwarsa terdekat.
Langkah tepat
Epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai, kebijakan Kemenkes untuk mengulang vaksinasi penduduk yang melewati batas waktu vaksinasi kedua sudah tepat.
Dicky mengatakan, hal itu harus dilakukan karena efikasi vaksin Covid-19 baru didapat jika sudah melakukan dua kali vaksinasi.
"Memang kecenderungan perlu diulang karena tidak optimal. Karena masa tenggangnya sudah lebih, untuk menghasilkan respons imunitas perlu ada pengulangan. Jangan ambil risiko," kata Dicky kepada Kompas.com, Rabu (16/2/2022).
Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, lebih dari 10 juta orang belum disuntik vaksin dosis kedua dalam kurun waktu di atas 3 bulan.
Sementara itu, ada 2,5 juta orang yang belum mendapatkan vaksin dosis kedua lebih dari 6 bulan.
Dicky mengatakan kejadian seperti itu umum dalam program vaksinasi.
Dia melanjutkan, pengulangan vaksinasi itu tentu akan sedikit mengganggu perkiraan pemerintah.
"Tetapi ini dialami di berbagai negara. Itulah tantangan program vaksinasi. Permasalahannya adalah bagaimana masyarakat tepat waktu, atau tepat sasaran dan tepat jumlah dalam mendapatkan vaksin," tutur Dicky.
Menurutnya, solusi dan antisipasi yang harus diambil adalah persediaan vaksin harus ditambah. "Yang terlambat vaksinasi kedua nantinya akan divaksin empat kali. Ini mau tidak mau karena yang pertama tidak dihitung," ujarnya. (Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20220219_Juru-Bicara-Vaksinasi-Covid-19-Siti-Nadia-Tarmizi.jpg)