Kabar Pangkalpinang

Sehari Barista Seduh Kopi 400 Cup

Kopi memang sudah menjadi tren minuman kekinian. Bukan hanya dinikmati para orang tua, namun kini kopi juga dicintai para kaum anak muda atau milenial

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
Suasana saat kalangan milenial nongkrong asyik sembari menikmati kopi. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kopi memang sudah menjadi tren minuman kekinian. Bukan hanya dinikmati para orang tua, namun kini kopi juga dicintai para kaum anak muda atau milenial.

Kerap kali warung kopi ini menjadi pilihan tempat untuk nongkrong atau bersantai bersama sahabat atau rekan kerja.Kehadiran coffee shop atau kafe yang menyajikan aneka varian kopi kekinian menjadi pilihan para masyarakat, khususnya kaum milenial sebagai tempat nongkrong.

Bahkan dalam sehari ratusan cup atau gelas kopi kekinian ini pun terjual di masing-masing kafe atau coffee shop yang menyajikan menu kopi.

D.lab Coffee & Eatery menjadi satu diantara kafe yang menyajikan aneka kopi kekinian dan ramai dikunjungi. Tempatnya yang estetik dan asyik untuk bersantai dan swafoto jadi pilihan kaum milenial hingga keluarga.

Diakui Owner d.Lab Coffee & Eatery dr Agusdianto mengaku, saat ini minat atau antusias masyarakat menikmati kopi memang tinggi.

Ia menyebut, dalam sehari kurang lebih sebanyak 350 hingga 400 cup atau gelas kopi diseduh barista kopi dan terjual.

"Alhamdulillah untuk peminat dari awal buka memang stabil, namun setelah lebaran ini kita lihat memang ada peningkatan dan lebih ramai," ujar Agus kepada Bangka Pos Group, Minggu (8/5).

Ia menuturkan, rata-rata masyarakat yang berkunjung saat ini didominasi oleh kalangan anak muda.

"Dominan memang 80 persen anak muda, 20 persennya keluarga. Kita buka mulai pukul 11.00 dan close order pukul 22.00,"ujarnya.

Sementara itu tingginya antusias penikmat kopi usai lebaran ini juga dialami oleh kopi kekinian Lain Hati.

Barista Kopi Lain Hati, Eka menyebut jika antusias masyarakat menikmati kopi kembali tinggi dibandingkan bulan Ramadan lalu.
Ia mengatakan, dalam sehari di momen Ramadan kurang lebih hanya terjual sebanyak 80 cup atau gelas, namun saat ini, setelah lebaran terjual hingga 150 cup.

"Kita lihat momen lebaran ini antusias mulai meningkat kembali, kalau Ramadan kemarin yang beli siangnya cuma non muslim, tetapi sekarang ini sudah normal kembali," ucap Eka.

Diakuinya, suasana warung kopi mulai ramai pembeli di waktu sore hingga malam hari. Dimana dengan peminat atau pembeli dominan para kalangan anak muda.

Ia menyebut, berbagai aneka kopi kekinian ini tersedia, yakni mulai dari harga 12 ribu rupiah hingga 29 ribu rupiah.

"Kita buka mulai pukul 11.00 sampai 22.00. Kalau take away pembeli siang juga lumayan, tapi yang mulai ramai sore hingga malam," ujarnya. (t3)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved