Berita Bangka Selatan

1.364 Warga Rias Terkena ISPA Sepanjang 2025

Puskesmas Rias, Toboali, Bangka Selatan mencatat, sepanjang 2025, ribuan warga di wilayahnya terkena kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
PELAYANAN PUSKESMAS RIAS - Petugas kesehatan di Puskesmas Rias melayani masyarakat yang berobat dan memeriksa kesehatan. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Puskesmas Rias, Toboali, Bangka Selatan mencatat, sepanjang 2025, ribuan warga di wilayahnya terkena kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Bahkan ISPA menempati urutan teratas dari sepuluh penyakit terbanyak yang ditangani fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. 

Kepala Puskesmas Rias, dr. Chory Nurtice Handayani mengatakan, sepanjang tahun 2025 pihaknya mencatat sepuluh jenis penyakit terbanyak. Jumlah tersebut berdasarkan hasil pendataan dari jumlah kunjungan masyarakat yang berobat. 

Dari keseluruhan data, ISPA tercatat sebagai penyakit dengan jumlah penderita paling tinggi, yakni sebanyak 1.364 kasus. "Dari sepuluh penyakit terbanyak yang kami tangani, ISPA berada di urutan pertama dengan jumlah kasus paling tinggi," kata Chory, Kamis (22/1).

Chory menjelaskan, tingginya kasus ISPA dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya perubahan cuaca yang tidak menentu serta tingkat penularan penyakit tersebut yang tergolong sangat cepat. 

Selain itu, penyakit terbanyak kedua yang ditangani Puskesmas Rias sepanjang 2025 adalah dispepsia atau gangguan pencernaan, dengan jumlah kasus sebanyak 755. Kemudian, Hipertensi tercatat sebanyak 529 kasus, disusul hiperkolesterolemia atau kadar kolesterol tinggi sebanyak 362 kasus. 

Puskesmas Rias juga mencatat penyakit myalgia atau nyeri otot sebanyak 310 kasus. Lalu, pulpitis atau peradangan pada gigi sebanyak 262 kasus, serta diabetes melitus sebanyak 225 kasus. "Selanjutnya, penyakit asam urat tercatat sebanyak 211 kasus dan diare sebanyak 158 kasus," ujar Chory.

Data tersebut menjadi gambaran kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rias. Sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah pencegahan dan promosi kesehatan ke depan. 

Ia menilai, sebagian besar penyakit yang masuk dalam daftar sepuluh besar sebenarnya dapat dicegah dengan penerapan pola hidup sehat. Kasus asam lambung atau dispepsia yang cukup tinggi di masyarakat umumnya disebabkan oleh faktor makanan dan pola makan yang tidak teratur. 

Guna menekan meningkatnya jumlah penderita, Chory mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Menurutnya, menjaga daya tahan tubuh merupakan kunci utama agar masyarakat tidak mudah terserang penyakit, khususnya ISPA.

"Paling penting adalah menjaga daya tahan tubuh. Istirahat yang cukup, hindari begadang, makan teratur, perbanyak minum air putih, dan rutin berolahraga," sebutnya.

Olahraga secara teratur dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mampu melawan berbagai penyakit. Baik yang bersifat menular maupun tidak menular. Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga dinilai penting untuk menekan risiko penularan penyakit. 

Dirinya berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Puskesmas juga terus mendorong upaya promotif dan preventif. "Agar angka kesakitan di wilayah tersebut dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat Bangka Selatan semakin meningkat," pungkas Chory. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved