Kabar Belitung Timur

Faroh Senang Bisa Belajar Bikin Berita

Faroh Rahmatika ditunjuk menjadi wartawan cilik di sekolahnya di SMP Negeri 6 Manggar.

Editor: Rusaidah
Istimewa/SMPN 6 Manggar
Tiga wartawan cilik SMP Negeri 6 Manggar saat briefing bersama pembina. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Dari kegemarannya menulis status di media sosial dan mengoperasikan aplikasi desain, Faroh Rahmatika ditunjuk menjadi wartawan cilik di sekolahnya di SMP Negeri 6 Manggar.

Kepada Bangka Pos Group, dia mengaku senang bisa diberikan wadah dari sekolah untuk kegemarannya itu. Dia sendiri sejak awal sudah mengetahui tentang tugas-tugas wartawan.

"Jadi saat pertama kali ditunjuk jadi wartawan cilik saya senang karena bisa belajar bikin berita, memberikan kabar dan informasi kepada teman-teman dan masyarakat tentang kegiatan sekolah kami," kata Faroh, Rabu (22/6).

Walaupun cita-citanya bukan jadi wartawan melainkan arkeolog, dia tetap sepenuh hati melakukan tugasnya sebagai wartawan cilik. Sebab menurutnya menjadi wartawan bisa membuat dirinya menjadi orang yang berwawasan luas.

"Semoga ke depan wartawan cilik ini bisa jadi salah satu ekskul di sekolah dan mungkin ke depan bisa dapat pelatihan dari Pos Belitung," harap Faroh.

Terpisah, Pembina Wartawan Cilik sekaligus Waka bidang Kurikulum SMP N 6 Manggar Andy Muhtadin mengatakan adanya wartawan cilik ini diawali dari program salah satu guru penggerak di sekolahnya. Program itu tujuannya memberikan diferensiasi pembelajaran bagi siswa disesuaikan dengan minat dan bakat mereka.

"Saat observasi dan latihan ada tiga siswa yang punya minat ke arah jurnalistik, misalnya menulis, menggunakan aplikasi desain, hingga fotografi. Jadi sejak bulan Maret 2022 kemarin kami sediakan grup di facebook untuk mereka latihan sebagai wartawan sekolah," kata Andy.

Tiga siswa yang jadi wartawan cilik ini selain Faroh Rahmatika yaitu Citra Pratiwi dan Delfri Farelian.

Kegiatan mereka saat ini masih sebatas memberitakan kegiatan di sekolah, seperti pembangunan, rapat OSIS, dan lainnya. Bersama pembina OSIS bernama Yuni Purwanto mereka juga diajarkan tentang Kode Etik Jurnalistik supaya mereka bisa tahu bagaimana wartawan sebenarnya bekerja.

"Biasanya setiap hari kami melakukan briefing pagi untuk menentukan mereka akan memberikan berita atau foto apa. Nanti untuk narasi didiskusikan dulu siang harinya," kata Andy.

Kedepan pihak sekolah yang dipimpin oleh Kamisiana Babelita itu ingin kegiatan ini menjadi sebuah organisasi di dalam sekolah untuk memfasilitasi anak-anak yang punya minat dan bakat di bidang tersebut.

"Kegiatan ini juga upaya sekolah membuat seluruh siswa agar melek literasi digital dan memaksimalkan gadget yang mereka pegang. Daripada digunakan untuk hal negatif lebih baik dialihkan ke kegiatan positif seperti ini. Supaya fungsi dan manfaatnya tepat," kata Andy. (s1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved