Kabar Belitung
Minat Sekolah Swasta Kian Menurun
Di tengah keriuhan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online, SMP PGRI 1 justru masih menerapkan sistem tatap muka atau offline.
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Di tengah keriuhan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online, SMP PGRI 1 justru masih menerapkan sistem tatap muka atau offline.
Meskipun proses pendaftaran dibuka semenjak tanggal 20 Juni lalu, tetapi jumlah pendaftaran masih sepi. Tercatat baru 25 orang yang mendaftar semenjak pendaftaran dibuka.
Kepala SMP PGRI 1 Tanjungpandan Syahbandi mengaku, biasanya jumlah pendaftar mulai ramai setelah proses pendaftaran di SMP negeri selesai.
"Jadi tidak bisa sama, kami ini biasanya setelah pendaftaran sekolah negeri melakukan penetapan. Setelah siswa-siswa ini cut, di situ lah mulainya," ujar Syahbandi kepada Bangka Pos Group pada Kamis (23/6).
Ia mengakui semenjak beberapa tahun lalu, minat siswa di sekolah swasta khususnya SMP PGRI 1 semakin menurun.
Setiap tahun SMP yang beralamat di Jalan Kamboja 1, Kelurahan Paal Satu itu selalu membuka tiga kelas atau rombel dengan total 96 murid. Tetapi siswa yang diterima pada PPDB tahun lalu hanya terisi satu rombel.
Ia menilai penurunan siswa tersebut terjadi semenjak penerapan zona pada sistem PPDB.
Sebab semenjak sistem zona berlaku, peluang untuk masuk sekolah negeri lebih terbuka lebar.
"Walaupun zona itu tujuannya untuk pemerataan. Tapi bagi kami yang lokasinya diapit beberapa sekolah negeri itu berdampak," katanya.
Padahal, kata dia, mutu pendidikan di sekolah swasta mulai dari pembelajaran maupun kurikulum sama dengan sekolah negeri. Bahkan lulusan sekolah swasta juga berpeluang masuk ke jenjang negeri.
"Tapi bagi sekolah swasta yang punya jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA itu tidak berpengaruh," katanya.
Hal senada juga disampaikan Kepala SMP Yaperbel Sri Arianty Triana.
Menurutnya setiap proses PPDB harus menunggu pendaftaran di sekolah negeri selesai. Sama dengan SMP PGRI 1, minat siswa yang mendaftar di sekolah yang beralamat di Jalan Padang Tekukur itu juga menurun setiap tahun.
Dikarenakan jumlah sekolah swasta bertambah setiap tahun yang membagi jatah siswa.
Di sisi lain, kata dia, jika sekolah negeri menambah kuota atau rombel secara otomatis, jumlah pendaftar di swasta kembali berkurang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Suasana-PPDB-tatap-muka-di-SMP-PGRI-1-Tanjungpandan-Rabu-226.jpg)