Berita Bangka Selatan
28 Sapi Masih Terjangkit PMK, Pemkab Basel Edukasi Peternak Jaga Kebersihan Kandang
Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan menyatakan masih ada 28 sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).
TOBOALI, BABEL NEWS - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan menyatakan masih ada 28 sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Jumlah ini berkurang setelah sebanyak 77 sapi dari total 105 sapi yang terpapar PMK dinyatakan sembuh.
Kepala DPPP Basel, Suhadi menjelaskan, sejumlah sapi yang sakit ini berasal dari wilayah Madura. Namun, memang tidak ada hewan ternak yang mati akibat PMK ini. "Untuk sapi per hari ini ada 105 sapi terjangkit PMK, namun sudah ada 77 sapi sembuh dan 28 sapi masih sakit," jelas Suhadi, Senin (27/6).
Pihaknya juga sudah mengisolasi tempat khusus bagi hewan yang dinyatakan positif PMK. "Kemudian dilakukan penyuntikan antibiotik dan pemberian vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh," ucapnya.
Selain itu, pihaknya melakukan edukasi kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan kandang. "Lalu melakukan pemeriksaan dan pengecekan surat kesehatan ternaknya," katanya.
Suhadi menambahkan, pemerintah daerah juga sudah menerbitkan surat edaran bupati tentang pengaturan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayahnya. Termasuk, mempersiapkan lokasi karantina khusus, bagi hewan ternak yang dinyatakan positif PMK dan pemberian vaksin bagi hewan ternak yang sehat.
200 dosis
Petugas dan dokter hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah juga gencar memberikan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) ke beberapa peternakan sapi di Kecamatan Lubuk Besar dan Koba, Sabtu (25/6). Total ada sebanyak 99 sapi yang telah disuntik vaksin PMK untuk pertama kalinya.
Koordinator Dokter Hewan Dinas Pertanian Bateng, drh Rahmawati mengakui, pemberian vaksin PMK ini dilakukan sebanyak tiga kali. "Jadi ini adalah pemberian vaksin yang perdana. Selanjutnya untuk dosis kedua akan diberikan sekitar empat minggu setelah dosis satu. Sedangkan dosis ketiga diberikan enam bulan setelah dosis kedua," jelas Rahma.
Diakuinya, kemungkinan vaksinasi PMK ini akan dilakukan setiap tahun dalam rangka eradikasi (pemusnahan atau pemberantasan penyakit-red) hingga Indonesia kembali bebas dari PMK. Kata Rahma, Babel mendapatkan sebanyak 800 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat untuk kemudian didistribusikan di tujuh kabupaten/kota.
"Dari jumlah tersebut, Kabupaten Bangka Tengah mendapatkan jatah sebanyak 200 dosis yang mana setengahnya sudah kita pakai pada hari ini," ungkapnya.
Ia mengatakan, selanjutnya vaksinasi PMK akan kembali dilakukan hari Senin atau Selasa mendatang di wilayah Sungaiselan. Diketahui, sampai sejauh ini, tiga kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah yakni, Lubuk Besar, Koba dan Sungaiselan belum ada laporan terkait kasus PMK.
"Untuk penambahan vaksin nanti akan diberitahukan oleh pemerintah pusat. Mungkin pengirimannya akan dilakukan setelah semua dosis yang ada sekarang telah terpakai semuanya," jelasnya.
Dirinya berharap, dengan begini wabah PMK bisa segera hilang. Sehingga, tidak merugikan masyarakat, terkhususnya para pengusaha dan peternak sapi. (v1/u2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Peternakan-hewan-ternak-sapi-milik-Samsul-di-Parit-Lalang-Pangkalpinang.jpg)