Cuaca Ekstrem Intai Bangka Belitung

Peralihan musim ini sudah berlangsung kurang lebih satu bulan atau sejak Mei lalu dan akan berakhir pada akhir Juli nanti.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Kurniaji. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Sebanyak 24 wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang pada Selasa (28/6/2022).

Salah satu dari 24 wilayah tersebut adalah Kepulauan Bangka Belitung. Demikian mengutip web.meteo.bmkg.go.id.

BMKG menginformasikan terdapat 97W yang terpantau di Laut Cina Selatan, yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Kalimantan Utara dan Laut Sulawesi.

Daerah konvergensi lain juga terpantau memanjang di Aceh, di Sumatera Utara, di Lampung bag barat, dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah, di perairan sebelah selatan NTB-NTT, di Kalimantan Barat bagian utara, dari Laut Banda hingga Sulawesi Tengah, di Papua Barat dan di Papua.

Selain itu terdapat pula daerah pertemuan angin (konfluensi) di perairan sebelah barat Sumatera Utara-Sumatera Barat dan Riau.

Peningkatan kecepatan angin permukaan hingga mencapai >25 knot terpantau di Laut Timor dan perairan sebelah Selatan NTT.

Kondisi itu mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Adapun wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, yakni Sumatera Barat, Riau, Kepulaun Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Maluku.

Sementara itu, wilayah yang berpotensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, dan Papua Barat.

Periode pancaroba

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Kurniaji, mengatakan, arah angin bertiup sangat bervariasi sehingga mengakibatkan kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya.

Namun, secara umum biasanya cuaca di pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan, dan hujan menjelang sore hari atau malam.

"Kita masih di periode pancaroba sebagai musim peralihan di mana hujan sporadis dengan periode singkat dan berulang serta cakupan wilayah yang tidak merata adalah beberapa karakteristik umum yang akan sering terjadi," kata Kurniaji, Senin (27/6/2022).

Dia menambahkan, suplai massa udara basah sebagai bahan bakar awan hujan masih cukup banyak di atmosfer Bangka Belitung.

Hal itu karena beberapa hari lalu kondisi cuaca Bangka Belitung kuat dipengaruhi faktor lokal, antara lain, dipole mode negatif, adanya low frequency, dan belokan angin.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved