Kabar Pangkalpinang

Regulasi Berpayung Hukum Aman Bertransaksi

Pandemi Covid-19 yang melanda membuat dunia terdistrupsi ke arah belanja digital (online).

Editor: Rusaidah
Istimewa
Dosen Jurusan Manajemen Universitas Bangka Belitung Ryand Daddy Setyawan. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Transaksi e-Commerce kian menunjukkan peningkatan yang dominan.

Dosen Jurusan Manajemen Universitas Bangka Belitung Ryand Daddy Setyawan memprediksi, adanya peningkatan transaksi e-Commerce dan diproyeksi nilai ekonomi digital bisa diperkirakan akan naik sekitar 50 persen atau diatasnya.

Pandemi Covid-19 yang melanda membuat dunia terdistrupsi ke arah belanja digital (online). Apalagi di zaman digital, belanja online akan terus menjadi primadona.

Banyaknya keuntungan dan kemudahahan akses pencarian, pembayaran secara langsung atau menggunakan sistem e-Commerce payment, serta promo yang ditawarkan menjadi daya tarik bagi konsumen.

Sementara itu berdasarkan data dari 2020 lalu, ia mengungkap, tren belanja online meningkat hampir 50 persen setiap tahunnya. Ditambah lagi dengan adanya support dari perbankan dalam membantu pembayaran barang secara digital.

"Mau tidak mau, sekarang transaksi online menjadi alternatif utama masyarakat dalam berbelanja. Masyarakat sekarang mulai sadar akan digitalisasi, ini modal dari ekonomi digital. Masyarakat jadi lebih mudah dan lebih dekat dengan penjual dalam membeli/memiliki kebutuhan yang diinginkan," ujar Ryand.

Ia menilai fasilitas internet menjadi tulang punggung dalam penggunaan e-Commerce.

Tak hanya itu, pengguna internet di Indonesia juga mencapai 200 juta lebih di awal tahun 2022, sehingga memicu potensi yang besar dalam melakukan transaksi.

Program ekosistem digital yang memanfaatkan potensi ekonomi digital dengan pendampingan juga sudah masif dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menggalakkan kesadaran digital bagi para pelaku usaha.

"Masih ada daerah yang tidak memiliki fasilitas internet, sehingga membuat masyarakat kesusahan dalam memanfaatkan e-Commerce yang ada. Tapi semua sedikit tertolong, dengan program pemerintah sudah menggalakkan program internet ke daerah 3T hingga akhir 2022 nanti. jadi, semua daerah akan terjangkau oleh internet," katanya.

Selain fasilitas dalam pengunaa e-Commerce ia menyarankan, para pengguna juga perlu regulasi berpayung hukum dalam rangka mencegah kebocoran data yang ada di e-Commerce sehingga membuat pengguna e-commerce akan merasa aman dalam bertransaksi. (t3)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved