Kabar Pangkalpinang

Sempat Melonjak, Harga Ayam Broiler Turun Sedikit

Kini harga ayam yang disebut juga ayam ras itu sudah turun menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Pembelian ayam ras di Pasar Induk Pembangunan Pangkalpinang, Selasa (19/7). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Harga ayam broiler sempat melonjak hingga Rp45 ribu sebelum perayaan Iduladha 1443 Hijriah lalu. Kini harga ayam yang disebut juga ayam ras itu sudah turun menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Aye, pedagang ayam ras di Pasar Induk Pembangunan Pangkalpinang menyebut baru beberapa minggu terakhir harga ayam menjadi Rp30 ribu. Sebelumnya, kata Aye harga ayam masih bertengger di Rp40-45 ribu per Kg.

"Kalau sekarang harga sekilo ayam Rp30 ribu. Alhamdulillah sudah turun. Tidak terlalu berat lagi beli ayam," sebut Aye saat ditemui Bangka Pos Group, Selasa (19/7).

Kendati harga ayam terbilang sudah kembali normal, namun Aye mengaku pembeli masih sangat sepi.

"Sepi tidak tahu kenapa, mungkin karena masyarakat habis banyak duit di tahun ajaran baru ini. Jadi makan itu yang biasa-biasa saja mungkin," tuturnya.

Dia menyebut, sehari ayam yang ia jual hingga malam itu tak menentu habis. Bahkan tak jarang ia masih membawa ayam-ayam itu pulang.

Senada dengan Urip, penjual ayam di Pasar Air Itam Pangkalpinang mengaku harga ayam broiler kini sudah kembali normal. Kini ia menjual ayam Rp30 ribu per Kg dan bersih Rp35 ribu per Kg.

"Kalau yang beli kadang masih sepi, tapi kadang habis juga. Tidak menentu kalau sekarang, kebanyakan sepi," bebernya.

Sehari kata Urip, ia bisa menjual hingga 70 kilogram ayam kalau kondisi ramai pembeli.

"Walau suasana sepi tapi harganya sudah normal, kalau kondisi ekonomi sekarang terus harga ayam tinggi juga makin sepi," tuturnya.

Sementara itu, Keken mengaku sedikit lumayan terbantu sebab harga ayam sudah kembali turun.

"Sekarang harga ayam sudah agak turun, lumayan bisa makan ayam," kata Keken.

Iko, penjual ayam fried chicken di pinggir Jalan RE Martadinata mengaku sedikit lega dan bernapas. Sebab sebelumnya banyak kebutuhan yang tinggi sehingga membuatnya bingung untuk berjualan.

"Alhamdulillah harga ayam sedikit lebih turun, minyak juga sudah turun, walaupun sebenarnya masih mahal. Tapi sedikit membuat kami penjual ayam ini bernapas lega, agak ada untung jualan sedikit," ujarnya. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved