Rita Lemas Lihat Harga Pertalite

Menurut Bhima, kenaikan harga pertalite ini justru akan memicu terjadinya stagflasi

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cici Nasya Nita
GANTI PAPAN HARGA BBM - Petugas SPBU Jalan A Yani, Pangkalpinang, melepas papan harga lama pertalite, solar, dan pertamax, Sabtu (3/9) sore. Mereka kemudian mengganti papan tersebut dengan papan harga yang baru. Hal ini menyusul kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah. 

"Konsumen ibaratnya akan jatuh tertimpa tangga berkali kali, belum sembuh pendapatan dari pandemi, kini sudah dihadapkan pada naiknya biaya hidup dan suku bunga pinjaman," tutur Bhima.

Masyarakat, baik yang memiliki kendaraan pribadi dan tidak, akan mengurangi konsumsi barang lainnya. Sebab, BBM merupakan kebutuhan mendasar.

Ketika harga BBM naik, pengusaha di berbagai sektor industri mulai dari pakaian jadi, makanan minuman, hingga logistik akan terdampak.

Begitu pun dengan pelaku usaha yang masih dalam pemulihan akibat pandemi Covid-19. Bisa jadi, kenaikan harga BBM menjadi jalan pintas untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

"Sekarang realistis saja, biaya produksi naik, biaya operasional naik, permintaan turun ya harus potong biaya-biaya. Ekspansi sektor usaha bisa macet, nanti efeknya ke PMI manufaktur kontraksi kembali di bawah 50," kata Bhima.

Bansos tak cukup

Adapun program bantuan langsung tunai (BLT) yang ditujukan untuk pengalihan subsidi BBM dinilai tidak cukup untuk mengompensasi dampak kenaikan BBM.

Sebab, bantuan tersebut hanya diberikan selama empat bulan saja.

"Misalnya ada kelas menengah rentan, sebelum kenaikan harga pertalite masih sanggup membeli di harga Rp7.650 per liter, sekarang harga Rp10.000 per liter, mereka turun kelas jadi orang miskin," ujar Bhima.

Sementara itu, data orang rentan miskin ini sangat mungkin tidak ter-cover dalam BLT BBM karena adanya penambahan orang miskin pasca-kebijakan harga BBM subsidi naik.

Keputusan tak kreatif

Menurut Bhima, alih-alih melakukan pembatasan dengan menyasar pengguna BBM subsidi yang selama ini dinikmati golongan mampu, pemerintah justru mengambil langkah menaikkan harga BBM subsidi.

"Kenaikan harga BBM merupakan mekanisme yang paling tidak kreatif," ucapnya.

Bhima juga menyinggung tujuan utama pemerintah untuk membatasi konsumsi pertalite subsidi juga akan tercapai ketika harga pertamax juga ikut naik di waktu yang sama.

"Akibatnya justru pengguna pertamax akan tetap bergeser ke pertalite," kata dia. (s2/tribun network/den/dod/Kompas.com)

Sumber: Bangka Pos
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved