Kabar Pangkalpinang

Udang Vaname Jadi Komoditas Unggulan Perikanan Babel

Udang Vaname hingga kini masih menjadi komoditas unggulan dari sektor perikanan Bangka Belitung.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Pedagang udang tambak atau udang Vaname di Pasar Air Itam Kota Pangkalpinang. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Udang Vaname hingga kini masih menjadi komoditas unggulan dari sektor perikanan Bangka Belitung.

Demikian disebutkan oleh Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya dan Perolehan Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bangka Belitung Arief Pebrianto. Kata Arief, udang Vaname bisa diperjualbelikan secara lokal ataupun ekspor.

Sementara, jual beli udang Vaname hasil petambak Babel untuk ke masyarakat Arief menyebut, tergantung mekanisme di pasar.

"Udang Vaname merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan untuk ekspor. Jual beli udang Vaname hasil petambak Babel untuk ke masyarakat itu tergantung mekanisme pasar. Bisa diperjualbelikan dengan tata niaga dengan cara langsung oleh petambak maupun melalui pengepul udang yang menjual," ungkap Arief.

Data sementara Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bangka Belitung menyatakan, luasan tambak udang vaname yang sudah memiliki izin usaha di daerah ini yaitu seluas 2.560,7 Hektare (Ha) yang terdiri atas 123 pelaku usaha.

Sebarannya masing-masing di Kabupaten Bangka 1.170,75 hektare, Bangka Barat 371,3 hektare, Bangka Tengah 280,54 hektare, Bangka Selatan 474,56 hektare, Belitung 20 hektare, Belitung Timur 100,8 hektare dan Kota Pangkalpinang 142,75 hektare. Berdasarkan data tersebut sebaran luas tambak udang di Bangka Belitung terbanyak, ada di Kabupaten Bangka.

"Ekspor dari Babel ke luar negeri sejauh ini tidak tercatat di Babel, karena ekspor bukan melalui pelabuhan Babel," sebutnya.

Arief mengatakan, konsumsi udang Vaname di masyarakat dilihat dari masing-masing ukuran yang berbeda dan juga harga masing-masing ukuran juga berbeda.

"Contohnya 1 kilogram sama dengan Rp100 ribu- Rp110 ribu dimana size tersebut 1 kilogram sama dengan isi 30 ekor. Namun size diatas 1 kilogram isi 30 ekor masih dibawah 100 ribu," jelasnya.

Tata niaga udang Vaname di Babel sejauh ini, menurutnya masih ditentukan oleh perusahaan pengumpul yang didominasi perusahaan pengumpul dan perusahaan perocessing dari luar Babel.

"Sehingga perlu adanya dukungan investasi hilirisasi yang nantinya dapat membantu mendorong ekspor langsung dari Babel dan produk yang keluar Babel tidak lagi dalam bentuk raw material, sehingga membantu kontrol harga secara continue," tuturnya. (t2)

 

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved