Kabar Belitung

Pawai Pembangunan Digelar Akhir Oktober

Pemerintah Kabupaten Belitung akan mengadakan pawai pembangunan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda. Pawai pun akan berlangsung pada 29 Oktober 2022.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Adelina Nurmalitasari
Pawai pembangunan yang dilakanakan Pemerintah Kabupaten Belitung pada tahun 2018 lalu. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Belitung akan mengadakan pawai pembangunan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda. Pawai pun akan berlangsung pada 29 Oktober 2022. Melihat tingginya potensi minat penonton, pawai pun dipertimbangkan berlangsung dua hari.

"Kami mempertimbangkan apa dilaksanakan satu atau dua hari, kemudian waktu mulainya pagi atau sore, karena kami percaya ini akan membludak," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung MZ Hendra Caya setelah memimpin rapat awal di Ruang Rapat Pemkab Belitung, Selasa (27/9).

Pawai pembangunan biasanya berlangsung mendekati momen hari kemerdekaan, namun karena persiapan G20, makanya pawai pun bergeser pada momen Sumpah Pemuda.

Kegiatan ini pun diharapkan dapat menghibur masyarakat setelah dua tahun pawai pembangunan tak berlangsung karena pandemi. Termasuk bisa menumbuhkan perekonomian dari adanya pelaku UMKM yang berjualan.

Mengenai rute, lanjut Hendra, peserta akan melewati Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Diponegoro, lalu ke Jalan Sriwijaya, dan Jalan Gegedek. Sementara panggung kehormatan rencananya akan berada di depan Kantor Bappeda di Jalan Ahmad Yani, Tanjungpandan.

"Kalau di jalan raya Sudirman, dikhawatirkan mengganggu karena jalan utama. Panggung kehormatan depan Bappeda biar peserta masih segar, makanya dipertimbangkan waktu pagi-sore atau satu-dua hari kegiatan agar memberi keleluasaan bagi peserta untuk atraksi," ucapnya.

Selanjutnya pendaftaran peserta akan dibuka pada 3-15 Oktober 2022. Tema pawai pembangunan 2022 ini yaitu 'Melalui Semangat Sumpah Pemuda Kita Wujudkan Pemuda yang Kreatif dan Inovatif untuk Menunjang Sektor Kepariwisataan Belitung'.
Melalui tema ini, Hendra berharap peserta akan membawa inovasi berkaitan dengan kepariwisataan dan status yang tersemat pada Belitung yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), G20, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dan UNESCO Global Geopark (UGG).

Selain peserta dari Kabupaten Belitung, pawai pembangunan ini juga terbuka bagi peserta asal Belitung Timur. Namun hanya bisa berpartisipasi untuk memeriahkan pawai, tapi tidak masuk dalam penilaian.

"Selanjutnya masih akan dibahas melalui rapat teknis berikutnya," tutur dia. (del)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved