Pangkalpinang Baru Punya 8 Pramuwisata Bersertifikat
Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memanggil para pemandu wisata untuk diberikan pelatihan agar mendapatkan sertifikat.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Jumlah pemandu wisata atau pramuwisata yang bersertifikat masih tergolong minim di Pangkalpinang.
Padahal, keberadaan pramuwisata bersertifikat dan berkompeten diharapkan mampu mendongkrak kepopuleran sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang Muhammad Yasin mengatakan, dari 30 lebih pramuwisata di Pangkalpinang, baru delapan orang bersertifikat. "Bahwasanya seorang pramuwisata harus memiliki sertifikasi kompetensi di bidang mereka," kata Yasin, Selasa (18/10/2022).
Menurutnya, pramuwisata sebagai ujung tombak pariwisata di daerah harus bersertifikat. Terlebih-lebih, pemandu wisata di mata wisatawan adalah sosok yang menjadi representasi daerah itu sendiri.
"Pemandu pun dinilai tak hanya sekadar memandu, namun juga harus tersertifikasi dan mengantongi lisensi. Sertifikasi itu sesuai dengan amanat dari pemerintah bahwa pramuwisata atau guide harus melakukan sertifikasi dan mengantongi lisensi," tutur Yasin.
Dia menyebut kehadiran pramuwisata bersertifikat dan berkompeten diharapkan mampu menaikkan popularitas sektor pariwisata.
Sebab, kepiawaian pramuwisata menentukan tingkat kepuasan wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Dengan sertifikasi itu nantinya ada pengakuan. Dari sertifikasi itulah pemerintah daerah melalui dinas pariwisata akan memberdayakan mereka dalam rangka untuk ditunjuk sebagai pramuwisata di Kota Pangkalpinang," ujar Yasin.
Oleh karena itu, pihaknya bakal menggenjot sertifikasi pramuwisata di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memanggil para pemandu wisata untuk diberikan pelatihan agar mendapatkan sertifikat.
"Mereka dapat berhimpun dalam bentuk suatu organisasi. Mereka yang mendapatkan pelatihan akan didukung untuk mendapatkan sertifikasi," kata Yasin.
"Saya sedang mencoba untuk berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kapan kiranya diklat kepada mereka. Ini sebagai suatu bentuk sertifikasi, karena tanpa sertifikasi, legalitas mereka akan dipertanyakan," tuturnya. (u1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20221018_Muhammad-Yasin-Kepala-Dinas-Pariwisata-Kota-Pangkalpinang.jpg)