Kabar Pangkalpinang

Minyak Atsiri Lada Dikirim ke Rusia

Minyak atsiri yang dihasilkan akan dikirim ke Rusia, permintaan dari buyer sebagai sampel untuk industri farmasi dan parfum.

Editor: Rusaidah
Istimewa/Dok. Dinas Koperasi dan UKM Babel
Hasil minyak atsiri lada pelaku UMKM Babel yang bekerja sama dengan FMIPA UGM. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kerja sama antara Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada dalam mengembangkan pembuatan minyak atsiri mulai membuahkan hasil.

Pasalnya dalam waktu dekat, minyak atsiri yang dihasilkan akan dikirim ke Rusia, permintaan dari buyer sebagai sampel untuk industri farmasi dan parfum.

Kerja sama yang dijalin menjadi upaya dalam mendorong pelaku UMKM untuk turut berpartisipasi memanfaatkan sumber daya alam (SDA) sekaligus menghasilkan produk-produk berbasis potensi lokal yang ada, seperti minyak atsiri lada dengan menggunakan uji coba teknologi tepat guna (TTG).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kepulauan Babel Yulizar Adnan mengatakan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dikembangkan oleh pihak FMIPA UGM untuk hilirisasi salah satu produk unggulan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni lada.

"Beberapa waktu lalu, tim ini sudah meneliti untuk mengembangkan minyak atsiri lada. FMIPA UGM meneliti lada untuk dikembangkan menjadi minyak atsiri lada. Dan hasil kolaborasi kita dengan FMIPA UGM itu, kita dorong agar minyak atsiri lada ini dikembangkan oleh masyarakat," ujar Yulizar, Jumat (4/11).

Ia mengatakan, potensi pasar minyak atsiri lada sudah ada. Bahkan sudah dilirik perusahaan nasional.

"Beberapa waktu lalu perusahan nasional sudah melakukan survei untuk melihat hasil produksi minyak atsiri lada yang dibuat oleh perajin di Babel. Mereka sudah survei ke Babel untuk melihat minyak atsiri yang disuling atau diproduksi oleh para perajin petani di Babel," ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya pengiriman sampel minyak atsiri lada ke Rusia ini, dapat mendorong masyarakat Bangka Belitung lebih semangat menanam lada dengan memanfaatkan teknologi tepat guna ini.

"Diketahui dalam beberapa tahun terakhir minat masyarakat Babel menanam lada cenderung menurun. Harapan kita semoga dengan adanya teknologi tepat guna dan peluang pasar minyak atsiri lada, membuat masyarakat bergairah untuk menanam lada," tutur Yulizar. (t3)

 

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved