Berita Pangkalpinang

10 Hari Program Pemutihan Samsat Pangkalpinang, Realisasi Pajak Rp5,5 M

Realisasi keseluruhan pajak kendaraan di Kota Pangkapinang dari Januari 2022 hingga hari ini mencapai Rp120.478.298.892.

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
LAYANAN SAMSAT - Sejumlah warga mengantre pelayanan pembayaran pajak di kantor Samsat Pangkalpinang, Kamis (27/10/2022). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Samsat Kota Pangkalpinang mencatat sebanyak 5.412 unit kendaraan ikut memanfaatkan program pemutihan pajak yang digelar selama 10 hari terakhir hingga 15 Desember 2022. Dari jumlah ini, total realisasi penerimaan pajak sebesar Rp5.511.387.500.

Kasi Penetapan, Pembukuan dan Pelaporan Samsat Kota Pangkalpinang, Wedius Virkiya mengakui, kesadaran masyarakat membayar pajak, khususnya di Kota Pangkalpinang sudah terbilang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya realisasi penerimaan pajak.

"Program pemutihan pajak ini sangat tinggi antusiasnya, namun untuk pemutihan yang dilaksanakan bukan untuk mengejar target realisasi akhir tahun. Akan tetapi dalam rangka HUT ke-22 Babel," kata Wedius, Jumat (2/12).

Menurutnya, realisasi keseluruhan pajak kendaraan di Kota Pangkapinang dari Januari 2022 hingga hari ini mencapai Rp120.478.298.892 dengan jumlah kendaraan 82.367 unit kendaraan. "Untuk waktu yang tinggal beberapa hari sebelum masa pemutihan habis, kami mengimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan pembayaran pajak yang lewat untuk dapat memanfaatkan program pemutihan yang tersisa beberapa hari lagi," ucapnya.

Wedius mengungkapkan, kegiatan pemutihan yang digelar ini juga mendukung dari pembina Samsat yang akan memberlakukan ketentuan UU No 22 Tahun 2009 Pasal 74. Di mana bagi pelanggar yang lalai untuk memperpanjang STNK kendaraan bermotor akan dikenai sanksi jika masa berlaku STNK telah melebihi dua tahun, nomor kendaraan akan dihapus oleh pihak regident kendaraan bermotor jika tidak dilakukan registrasi.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberi keringanan dan kemudahan dalam membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) di momen hari ulang tahun (HUT) ke-22 Babel. Keringanan ini berupa program pemutihan pajak yang diluncurkan langsung Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaludin usai pelaksanaan kegiatan jalan sehat HUT ke-22 Babel di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Minggu (20/11).

Pemutihan pajak ini berlangsung selama 15 hari yang dimulai sejak Senin, 21 November 2022 sampai dengan 15 Desember 2022. Program pemutihan yang akan dibebaskan denda dan pokok pajak kendaraan bermotor, bea balik nama II dan BBNKB Mutasi (masuk dari luar provinsi) ini, berlaku di seluruh Samsat kota atau kabupaten di Babel.

Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaludin mengajak masyatakat untuk turut serta memanfaatkan program yang telah dicanangkan. Hal ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk sadar patuh dan memenuhi kewajiban membayar pajak.

"Pemutihan ini merupakan hadiah kepada masyarakat, karena banyak kemdaraan motor di sini yang belum memenuhi kewajiban membayar pajak untuk dapat melakukan pemabayaran pajak, karena di sini tanpa denda," ungkap Ridwan.

Ia berharap, melalui program dan inovasi yang dilakukan ini dapat memberi kontribusi baik, serta memicu kesadaran masyarakat akan wajib pajak. "Kita ini melalui kegiatan ini porsi penerimaan negara tidak terkuramgi, masyarakat patuh, dan ini juga semacam kesempatan berbuat kebaikan," ucapnya.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Babel, M Haris berharap, masyarakat dapat ikut memanfaatkan momentum ini untuk membayar pajak kendaraan bermotor. "Ini dalam harapan dilakukan pemutihan, seluruh masyarakat Babel untuk mendatangi Samsat di tujuh kabupaten/kota, Samsat Korner BTC, Gerai Samsat Transmart, Samsat Keliling dan Setempoh yang ada di seluruh kabupaten/kota," ujar Haris.

Ia menambahkan, kegiatan pemutihan ini sekaligus dalam rangka mendukung dari pembina Samsat yang akan memberlakukan ketentuan UU nomor 22 tahun 2009 Pasal 74. "Bahwa untuk kendaraan yang masa STNK habis yang lima tahun dan masih diberi kesempatan selama 2 tahun, apabila masih menunggak, kendaraan dianggap bodong, dihapus data kendaraannya," kata Haris. (t3)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved