Berita Bangka Tengah

2023, Algafry Ajak Manfaatkan Lahan Kritis

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman optimistis hal tersebut bisa dilalui oleh masyarakat di wilayahnya dan tak sampai membuat kesulitan.

Bangka Pos/Arya Bima Mahendra
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman saat diwawancara. 

KOBA, BABEL NEWS - Pemerintah pusat memprediksikan tahun 2023 akan menjadi tahun yang cukup sulit. Pasalnya, krisis ekonomi diperkirakan akan terjadi pada tahun ini dan akan membuat sektor pangan menjadi sangat terdampak dan goyah serta membuat stabilitas dalam negeri terganggu.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman optimistis hal tersebut bisa dilalui oleh masyarakat di wilayahnya dan tak sampai membuat kesulitan. "Tahun 2023 ini memang digambarkan bahwa akan ada kesulitan di sektor pangan. Meski begitu, Bangka Tengah punya daratan luas dan saya yakin itu kecil sekali kemungkinannya terjadi di sini," ucap Algafry, Senin (23/1).

Adapun salah satu cara dan langkah untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan tersebut adalah dengan tetap memanfaatkan lahan-lahan yang kritis dan kosong untuk ditanami macam-macam tanaman holtikultura. Misalnya cabai dan bawang merah, di mana beberapa waktu lalu Bangka Tengah mendapat penghargaan dari Bank Indonesia Babel sebagai daerah yang mampu mengendalikan inflasi pangan.

"Ini membuktikan bahwa Bangka Tengah sebagai salah satu daerah penunjang di Provinsi Babel dalam meningkatkan ketahanan pangan," ujarnya.

Diakuinya, fenomena iklim yang senantiasa berubah-ubah tentu akan menjadi tantangan tersendiri yang mempengaruhi produktivitas pertanian dan pangan di Bangka Tengah. "Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami juga sudah mengamankan produksi pangan serta menyiapkan langkah mitigasi dan adaptif untuk ke depannya," tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah, Sajidin mengatakan, pihaknya juga terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk memanfaatkan tanah atau lahan-lahan yang kosong. "Saat ini sudah banyak juga petani yang meminta bantuan berbagai macam bibit tanaman," ujar Sajidin.

Pihaknya pun telah mencatat permintaan bibit tersebut dan mengajukannya ke pemerintah pusat. "Kita masih menunggu dari pusat terkait seberapa banyak yang nantinya akan diakomodir untuk para petani kita di Bangka Tengah," pungkasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved