Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Antisipasi Risiko PTM Bagi Pegawai

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, kembali mengaktifkan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di lingkungan perangkat daerah.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Sejumlah pegawai dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan saat melakukan tes kesehatan, Jumat (13/9/2024). Tes kesehatan dilakukan guna melakukan deteksi dini PTM pada kalangan pegawai agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, kembali mengaktifkan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di lingkungan perangkat daerah. Kebijakan ini diambil sebagai upaya dalam melakukan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular (PTM) bagi pegawai

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB), Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin mengatakan, pihaknya kembali melakukan tes kesehatan maupun kebugaran bagi para pegawai. Langkah ini diambil guna mendeteksi dini faktor risiko PTM bagi kalangan pegawai bagi usia produktif mulai dari 18-59 tahun. 

Sekaligus mengantisipasi pegawai dinas kesehatan menderita PTM agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. "Paling tidak dalam satu tahun sekali minimal dilakukan pemeriksaan kesehatan karena terkait deteksi dini PTM. Usia produktif merupakan usia di mana kita benar-benar produktif untuk melaksanakan aktivitas," kata Slamet Wahidin, Jumat (13/9).

Menurut Slamet Wahidin, melalui cek kesehatan ini guna menemukan secara awal kemungkinan seseorang terkena PTM atau memiliki faktor risiko. Sekaligus upaya kesehatan masyarakat yang berorientasi promotif dan preventif seraya melakukan monitoring dan tindak lanjut dini faktor risiko PTM secara mandiri dan berkesinambungan. 

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan dalam skrining PTM, antara lain pemeriksaan tekanan darah, lingkar perut, laboratorium, pengukuran berat dan tinggi badan. "PTM ini merupakan penyakit yang beban tata laksananya cukup tinggi. Bahkan mencapai Rp300 triliun per tahun untuk di Indonesia," jelas Slamet.

Slamet Wahidin mengakui, terdapat beberapa trik guna mengantisipasi meningkatnya faktor risiko PTM. Yakni dengan menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta cerdik. Yakni cek kesehatan secara berkala, enyahkan rokok, rajin berolahraga dan beraktivitas fisik, diet yang seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres.

"Terpenting perbaiki pola hidup. PTM tidak bisa disembuhkan, akan tetapi bisa dikendalikan untuk menghindari berbagai komplikasi yang berakibat fatal," ujar Slamet Wahidin(u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved