Berita Bangka Selatan

Pasar Toboali Sempat Digenangi Air Hujan 

Memang ada informasi yang menyatakan Pasar Toboali banjir. Kami sampaikan dan klarifikasi, bukan banjir.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Anshori saat melakukan peninjauan Pasar Toboali, Selasa (24/9/2024). Peninjauan dilakukan setelah beredarnya informasi bahwa Pasar Toboali mengalami kebanjiran. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Anshori langsung melakukan pengecekan usai adanya video viral di platform media sosial, Selasa (24/9). Di dalam video tersebut menunjukkan sejumlah pedagang di Pasar Toboali tampak sibuk menyeka air di lantai depan ruko mereka.

Air tersebut berasal dari tempias air hujan yang masuk ke dalam pasar melalui celah penyangga pasar saat hujan deras disertai angin kencang. Akibatnya beberapa pedagang harus membereskan barang dagangannya karena khawatir basah terkena air. 

Sayangnya, akibat peristiwa itu ramai beredar narasi pasar tersebut terendam banjir. Padahal, air tersebut merupakan genangan akibat tempias yang masuk ke selasar pasar. Bagian yang mengalami tampias air hujan paling parah berada di lantai satu dan dua. 

Anshori mengakui, pihaknya telah melakukan kunjungan ke lapangan pasca-video tersebut viral. Dari hasil peninjauan didapatkan informasi yang keliru saat disampaikan. Air yang menggenang tersebut bukan merupakan banjir, melainkan tempias air hujan.

"Memang ada informasi yang menyatakan Pasar Toboali banjir. Kami sampaikan dan klarifikasi, bukan banjir. Adapun tempias air yang masuk ke sela-sela penyangga, sehingga menggenangi lantai dan selasar ruko pedagang," kata Anshori.

Anshori menyebut akibat genangan air di selasar Pasar Toboali membuat sejumlah pedagang menutup tokonya sementara. Hal itu dikarenakan mereka takut dagangannya rusak karena terkena percikan air. Beruntungnya para pedagang kompak dan langsung membersihkan genangan air yang ada di depan ruko mereka masing-masing.

Hasilnya air menggenang di depan ruko berhasil diatasi dan para pedagang kembali melanjutkan aktivitas mereka saat hujan mulai reda. Seperti diketahui hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda wilayah Kota Toboali pagi tadi. Akibat kencangnya tiupan angin membuat air masuk ke dalam Pasar Toboali, khususnya bagian lantai satu dan dua.

"Alhamdulillah pedagang mulai dari awal sampai sekarang mereka mandiri dan kompak. Jika ada apa-apa mereka bisa bantu pemerintah juga, respons mereka langsung membersihkan genangan air tersebut," beber Anshori.

Menyikapi kendala tersebut lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam waktu dekat bakal menyampaikan permasalahan ini kepada pihak ketiga. Tidak hanya itu masalah tempias akan turut disampaikan ke Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Mengingat Pasar Toboali masih dalam masa pemeliharaan usai rampung dikerjakan pada akhir Juli 2024 silam dengan dana APBN senilai Rp34.338.093.000.

"Kami akan sampaikan, ada beberapa titik-titik hal yang terkait tempias ataupun percikan air. Mungkin bisa bisa kita sampaikan kepada kontraktor ataupun kementerian," ucapnya.

Pedagang Pasar Toboali, Natalia mengaku sebagian besar selasar Pasar Toboali sempat tergenangi air hujan. Air tersebut masuk setelah tempias air hujan tertiup angin. Saat itu pedagang langsung bahu-membahu membersihkan genangan air yang berada di depan ruko. Langkah tersebut guna mengantisipasi air masuk ke dalam lapak mereka.

"Kalau Pasar Toboali banjir berarti terendam. Alangkah baiknya cek lokasi tempat kejadiannya," kata Natalia. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved