Kabar Belitung
Belitung Uji Coba Layanan Sanitasi di Desa Lassar
Kabupaten Belitung terus memperkuat komitmennya dalam mencapai sanitasi aman dan berkelanjutan melalui implementasi strategi sanitasi kabupaten (SSK).
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Kabupaten Belitung terus memperkuat komitmennya dalam mencapai sanitasi aman dan berkelanjutan melalui implementasi strategi sanitasi kabupaten (SSK).
Yusuf, Province Fasilitator dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), mengungkapkan bahwa pelaksanaan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) telah memasuki fase penting.
Tahapan yang diikuti meliputi komitmen kepala daerah, prioritas layanan, hingga uji coba layanan terbatas.
"Uji coba layanan terbatas sudah dilakukan yakni di Desa Lassar. Uji coba ini bertujuan untuk mengevaluasi pembangunan tangki septik serta memantau pelaksanaan program pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang digerakkan oleh Dinas Kesehatan," jelas Yusuf usai Rapat Coaching Clinic 4 Implementasi SSK, Kamis (17/10).
Pentingnya dokumen SSK tidak hanya sebagai panduan, tetapi juga untuk mencari model layanan yang dapat diterapkan guna mewujudkan sanitasi aman di Kabupaten Belitung.
Target utama implementasi SSK ini adalah sinkronisasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Belitung.
"Kita mencari model layanan yang paling sesuai dengan karakteristik daerah ini," tambahnya.
Salah satu tantangan utama sanitasi di Belitung adalah upaya mengakhiri praktik buang air besar sembarangan (BABS). Masih ada sembilan desa di Belitung yang belum sepenuhnya bebas dari praktik ini.
Berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta kelompok peduli, terus melakukan pemicuan STBM dan menyediakan tangki septik melalui berbagai sumber pendanaan, seperti anggaran desa dan dukungan dari pemerintah provinsi.
Yusuf menjelaskan, bahwa Balai BPPW juga siap membantu melalui pembangunan fasilitas seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan peningkatan layanan sanitasi. Namun, kabupaten harus melengkapi sejumlah persyaratan, seperti penyediaan lahan, perencanaan teknis, dan kesiapan pengoperasian.
"Perlu melengkapi usulan, seperti penentuan lokasi dan jumlah kebutuhan, untuk pembangunan yang didukung oleh balai," kata Yusuf.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat, Kabupaten Belitung diharapkan dapat bertransformasi dari sanitasi layak menuju sanitasi aman yang berkelanjutan, sesuai dengan target nasional. (del)
Kejari Gandeng Kodim 0414 Belitung Jaga Stabilitas di Daerah |
![]() |
---|
SMAN 1 Manggar Sabet Dua Kategori Juara Semarak Hardiknas |
![]() |
---|
Kamarudin Hibahkan 16 Ha Lahan Pribadi untuk SMA Unggul Garuda |
![]() |
---|
DPRD Belitung Minta Seleksi Calon Direktur BUP Tanjung Batu Patuhi Aturan |
![]() |
---|
Seleksi Direktur BUP Tanjung Batu, Vina Tegaskan Jangan Ada Transaksi Jabatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.