Berita Bangka Selatan
Polres Bangka Selatan Target Kumpulkan 50 Kantong Darah
Kepolisian Resor Bangka Selatan membantu pemerintah setempat dalam memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat di wilayahnya.
TOBOALI, BABEL NEWS - Kepolisian Resor Bangka Selatan membantu pemerintah setempat dalam memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat di wilayahnya. Caranya dengan melakukan aksi donor darah massal yang melibatkan puluhan anggota polisi. Hasilnya puluhan kantong darah berhasil dikumpulkan dengan berbagai jenis golongan darah.
Wakapolres Bangka Selatan, Kompol Hary Kartono mengatakan, kegiatan sosial tersebut dilakukan untuk membantu mencukupi kebutuhan darah bagi masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan. Sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Humas Polri.
"Kegiatan donor darah ini dalam rangka HUT Humas Polri. Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap tahun maupun setiap kegiatan sosial kepolisian," kata Hary Kartono, Selasa (29/10).
Pihaknya berinisiatif menggelar bakti sosial untuk mendonorkan darah para anggota polisi yang sudah melalui tahap pemeriksaan kesehatan. Termasuk pula menggandeng stakeholder terkait dalam memenuhi kebutuhan darah di daerah. Dengan demikian target 50 kantong darah mampu terkumpul melalui kegiatan tersebut dari para pendonor.
"Dengan adanya kegiatan donor darah ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan darah. Target 50 kantong darah terkumpul, tetapi melihat situasi dan kondisi nantinya," jelas Hary Kartono.
Hary Kartono berharap, kegiatan ini bermanfaat dan menambah stok darah di PMI Kabupaten Bangka Selatan. Agar mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah setempat. "Setelah dikumpulkan kami berkoordinasi dengan PMI untuk bisa disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan transfusi darah," pungkas Hary Kartono.
Kepala Bidang Pelayanan Transfusi Darah PMI Kabupaten Bangka Selatan, dr Rudi Hartono berujar pihaknya masih kekurangan ratusan kantong darah per tahun dari jumlah yang dibutuhkan masyarakat. Bahkan jika dikalkulasi permintaan akan transfusi darah setiap tahun naik sekitar 30 persen dari total kebutuhan semula.
Sehingga hal ini membuat PMI harus memutar cara bagaimana kebutuhan darah bisa terpenuhi. "Untuk persediaan darah di PMI sudah benar-benar kosong," katanya.
Tingginya permintaan tersebut kata Rudi Hartono tidak terlepas dari banyaknya masyarakat yang mengalami perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh. Baik untuk keperluan persalinan, banyaknya penderita penyakit kronis yakni anemia, depresi hingga gangguan mental. Belum lagi ditambah masyarakat penderita penyakit thalasemia, mereka selalu membutuhkan transfusi darah rutin setiap bulan. Sementara pendonor darah secara sukarela ke PMI masih sedikit.
"Kendala yang kami hadapi adalah kegiatan donor darah sukarela yang memang beberapa saat ini kita agak kurang. Juga minat masyarakat untuk jadi pendonor juga berkurang," jelasnya. (u1)
| Pemkab Bangka Selatan Awasi Ketat Penerapan UMP 2026, Tim Turun Langsung ke Perusahaan |
|
|---|
| 1.364 Warga Rias Terkena ISPA Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Desa Bangka Kota Andalkan Usaha Ayam Petelur |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Siapkan Agenda Nobar Piala Dunia 2026 di Himpang Lima Habang |
|
|---|
| Kasus HIV di Kabupaten Bangka Selatan Terus Bertambah, Kelompok LSL Mendominasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241029-Sejumlah-aparat-kepolisian-dari-Polres-Bangka-Selatan.jpg)