Kabar Belitung
Panitia Terpaksa Meminjam Dana Pihak Ketiga, Polemik Utang BCIF Mencuat dalam RDP DPRD Belitung
Polemik utang kegiatan Belitung Chinese International Festival (BCIF) 2024 kembali mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Belitung.
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Polemik utang kegiatan Belitung Chinese International Festival (BCIF) 2024 kembali mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Belitung pada Selasa (19/11).
Janji pelunasan utang dari Yuspian, mantan Pj Bupati Belitung saat itu, menjadi sorotan utama setelah panitia dan vendor mempertanyakan tanggung jawab yang hingga kini belum dipenuhi.
Ketua Penyelenggara BCIF Ayie Gardiansyah mengungkapkan, bahwa BCIF 2024 merupakan inisiasi penuh dari Yuspian. Ia bahkan ditunjuk menjadi ketua penyelenggara melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.4/033/KEP/DISPAR/2024.
"Sebagai tanggung jawab moril ketua pelaksana, kami menyatakan, kami hanya sanggup mencari sponsor atau donatur antara Rp250 juta-Rp300 juta dan target tersebut kami capai. Bahwa pada saat rapat panitia, Pak Yuspian dan Dody Yuristian menyatakan menyanggupi akan mencari kekurangan biaya BCIF," ungkap Ayie.
Menurut Ayie, panitia telah beberapa kali meminta penangguhan atau pembatalan sebagian kegiatan karena dana tidak mencukupi. Namun, Yuspian tetap memutuskan agar acara berjalan sesuai rencana. Untuk memenuhi kebutuhan mendesak, panitia bahkan terpaksa meminjam Rp120 juta dari pihak ketiga guna menutupi biaya prioritas, seperti honor pengisi acara dan pekerja.
Ayie menambahkan, bahwa setelah kegiatan berakhir, pihaknya sempat menemui Yuspian di rumah dinas. Kala itu, Yuspian menjanjikan akan melunasi pembayaran utang BCIF jika maju dalam Pilkada Belitung 2024.
"Kami mendapat jawaban dari beliau, pertama bahwa jika beliau ikut dalam Pilkada Belitung maka semua utang BCIF akan segera dilunasi. Kedua, bahwa jika Pak Yuspian tidak berhasil ikut dalam Pilkada Belitung, beliau akan membayar utang dengan cara menyicil. Itulah terakhir kami menemui beliau. Saat itu saya juga bersama panitia dan vendor," kata Ayie.
Namun, hingga saat ini, tidak ada kejelasan lebih lanjut dan komunikasi dengan Yuspian terputus.
Vendor yang terlibat dalam acara juga menyampaikan keluhannya. Kaka, yang ditunjuk melalui SK sebagai seksi perlengkapan, mengaku sempat meminta jaminan pembayaran di awal.
"Produksi itu butuh biaya besar. Saya sempat ragu, tapi Pak Yuspian dan timnya terus meyakinkan. Kami akhirnya terbuai dengan janji-janji beliau, terutama soal pembayaran yang katanya gampang, mudah," ungkap Kaka.
Ia juga menambahkan bahwa pembengkakan biaya terjadi karena Yuspian tetap meminta acara penutupan digelar secara megah, meski dana sudah sangat minim.
Dalam RDP yang dipimpin Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani, panitia dan vendor menuntut kejelasan mengenai utang yang masih menggantung. Sayangnya, Yuspian dan Dody Yuristian, orang yang disebut panitia sebagai pengendali utama kegiatan, tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Ketidakhadiran ini semakin mempertegas kebuntuan dalam penyelesaian masalah utang.
"Kami sebenarnya enggan memperpanjang masalah ini, karena sudah sangat memalukan. Alangkah baiknya beliau (Yuspian) hadir kalau merasa bertanggung jawab dan ada jalan keluarnya, jangan sampai hilang, saya tidak tahu beliau dimana, Dody pun hilang," ujar Kaka.
Panitia dan vendor juga mengaku sempat menemui Pj Bupati Belitung saat ini, Mikron Antariksa, untuk mencari solusi. Namun, Mikron menyebut bahwa jumlah utang BCIF jauh di luar kewenangannya untuk menyelesaikan.
Setelah tiga kali pertemuan membahas persoalan tersebut pun tak membuahkan hasil. Hingga dilanjutkan dengan RDP dengan DPRD Belitung.
Kasus utang BCIF ini menjadi sorotan lantaran acara berlangsung di luar perencanaan pemerintah daerah. Sehingga anggaran pelaksanaan tidak bisa dibiayai melalui APBD Kabupaten. Hingga kini para vendor menanti jawaban atas permasalahan utang yang belum terbayarkan ini.
| Kejari Gandeng Kodim 0414 Belitung Jaga Stabilitas di Daerah |
|
|---|
| SMAN 1 Manggar Sabet Dua Kategori Juara Semarak Hardiknas |
|
|---|
| Kamarudin Hibahkan 16 Ha Lahan Pribadi untuk SMA Unggul Garuda |
|
|---|
| DPRD Belitung Minta Seleksi Calon Direktur BUP Tanjung Batu Patuhi Aturan |
|
|---|
| Seleksi Direktur BUP Tanjung Batu, Vina Tegaskan Jangan Ada Transaksi Jabatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Belitung-Vina-Cristyn-Ferani-dan-perwakilan-komisi-komisi-beserta.jpg)