Minggu, 12 April 2026

Kabar Belitung

Pelajar MAN 1 Belitung Diajak Pahami Penggunaan Herbal dan Obat-obatan

Ketua PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Belitung Septia Monalisa mengingatkan, bahwa obat tradisional tidak memberikan efek instan.

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kegiatan Talkshow Goes to School Generasi Sehat, Generasi Herbal bertajuk Saatnya Gen Z Mengenal Herbal di MAN 1 Belitung, Rabu (4/12). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Penggunaan obat tradisional dan bahan alam untuk pengobatan semakin diminati.

Namun masyarakat perlu berhati-hati terhadap risiko yang dapat timbul akibat penggunaan obat yang tidak terstandardisasi. 

Ketua PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Belitung Septia Monalisa mengingatkan, bahwa obat tradisional tidak memberikan efek instan seperti yang sering diklaim.

"Obat tradisional itu tidak instan memberikan efek, dan jika ada klaim seperti minum jamu X langsung hilang pegal-pegal, kita harus curiga," ujar Septia, dalam Talkshow Goes to School Generasi Sehat, Generasi Herbal bertajuk Saatnya Gen Z Mengenal Herbal di MAN 1 Belitung, Rabu (4/12). 

Ia menjelaskan, obat tradisional yang diproduksi secara ilegal, misalnya yang mengandung bahan kimia obat, dapat berbahaya karena tidak melalui prosedur yang sesuai. 

Septia juga mengungkapkan pentingnya mengikuti prosedur yang benar dalam penggunaan obat, termasuk cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat.

Prinsip ini disebut dengan istilah Dagusibu, yang merupakan akronim dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar. 

Obat harus didapatkan dari tempat yang sah seperti apotek, rumah sakit, atau puskesmas dan harus digunakan sesuai dengan aturan yang tertera pada kemasan.

Di sisi lain, Pengawas Obat dan Makanan Loka POM Belitung Tiara Wiladatika menekankan, pentingnya sertifikasi untuk obat-obatan berbahan alam. 

Menurut Tiara, produk obat berbahan alam harus melalui prosedur sertifikasi dan registrasi yang ketat untuk memastikan keamanan dan kualitasnya.

"Sediaan galenik, yang terbuat dari bahan alam seperti buah atau hewan, harus terdaftar untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan konsumen," ujar Tiara.

Ia mengajak masyarakat yang tertarik untuk memproduksi atau menjual obat berbahan alam untuk mengikuti prosedur sertifikasi yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang agar produk yang dihasilkan aman bagi konsumen.

Pentingnya pengetahuan tentang cara yang tepat dalam mengonsumsi dan mengelola obat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan dan menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Acara talkshow ini diselenggarakan atas kerja sama IAI Belitung dan PT Bintang Toedjoe yang memberikan edukasi kepada pelajar. 
Berbagai materi disampaikan kepada para pelajar lebih memerhatikan terhadap kesehatan dan penggunaan obat-obatan.

Selain dari IAI Belitung dan Loka POM Belitung, materi juga disampaikan oleh Kepala BNN Kabupaten Belitung Kompol Agus Handoko, yakni terkait narkoba dan bahaya penyalahgunaannya, serta Content Manager Pos Belitung Teddy Malaka, yang mengulas mengenai media dan herbal, bijak dalam bermedia. (del)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved