Kamis, 9 April 2026

Kabar Belitung

Mikron Ajak Warga Pasang Penahan Ombak Menghadapi Prediksi Pasang Laut Tertinggi Akhir Tahun

Pemerintah Kabupaten Belitung bersama Forkopimda dan masyarakat melakukan langkah antisipasi menghadapi banjir rob saat laut pasang tertinggi.

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Pj Bupati Mikron Antariksa saat meninjau kondisi pemukiman warga yang terdampak banjir rob di Kelurahan Tanjung Pendam, Belitung, Rabu (18/12). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Belitung bersama Forkopimda dan masyarakat melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi banjir rob saat laut pasang tertinggi.

Apalagi diprediksi pasang tertinggi akan kembali terjadi pada 31 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025. 

Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa mengungkapkan, pasang laut diperkirakan mencapai ketinggian 2,4-2,7 meter dan dapat menggenangi pekarangan hingga masuk ke rumah warga. 

"Saat air naik dan masyarakat belum siap siaga, harta benda mereka bisa jadi korban. Oleh karena itu, kami meminta masyarakat untuk mempersiapkan diri, termasuk membangun karungan pasir sebagai talud sementara untuk mengurangi dampak banjir," ujar Mikron saat meninjau Kelurahan Tanjung Pendam, Tanjungpandan, Selasa (17/12).

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya penghijauan dengan menanam dan merawat tanaman yang dapat berfungsi sebagai penahan ombak seperti bakau dan perpat. Menurutnya, langkah ini dapat dilakukan sebagai penahan ombak alami dalam mengantisipasi fenomena alam yang rutin terjadi terutama saat terjadi laut pasang bersamaan dengan cuaca ekstrem yakni angin kencang.

Selain itu, Mikron mengimbau agar warga mengutamakan keselamatan, seperti mematikan listrik saat banjir untuk mencegah korsleting serta mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang aman.

Sebagai langkah jangka panjang, Kementerian PUPR melalui program Integrated City Planning (ICP) akan membangun talud permanen setelah penyelesaian desain pada 2025.

"Pemasangan talud di pesisir adalah kewenangan pemerintah pusat. Namun, kami berharap masyarakat turut menjaga lingkungan dengan menanam bakau yang cocok untuk daerah ini," tuturnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Mikron meninjau pemukiman warga di Kelurahan Tanjung Pendam, Tanjungpandan, yang terdampak banjir rob, Rabu (18/12). 

Dalam peninjauan tersebut, Mikron didampingi Dandim 0414 Belitung Karuniawan Hanif, Kepala BPBD Belitung Agus Supriadi dan Lurah Tanjung Pendam Leodiko. 

Mikron menyempatkan berbincang dengan warga untuk mendengar langsung kondisi mereka, sekaligus melihat dampak pasang air laut yang rutin terjadi di kawasan pesisir. 

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada menghadapi siklus banjir rob yang diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir Desember hingga awal Januari. 

"Banjir rob ini biasa terjadi di wilayah kepulauan. Namun, saat musim hujan disertai cuaca ekstrem dan angin kencang, kondisinya makin parah. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat bekerja sama untuk mengantisipasi dengan membuat tumpukan pasir sebagai talud sementara," ujar Mikron. 

Ia juga mengimbau warga mematikan listrik saat banjir untuk menghindari bahaya korsleting serta mengamankan surat-surat berharga dan barang penting lainnya. Sementara itu, BPBD diminta bersiaga untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak. (del)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved