Kabar Pangkalpinang
BEI Bangka Belitung Targetkan 2.500 Investor Baru
Bursa Efek Indonesia (BEI) Bangka Belitung menargetkan penambahan jumlah investor baru di Babel sebanyak 2.500 pada tahun 2025.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Bursa Efek Indonesia (BEI) Bangka Belitung menargetkan penambahan jumlah investor baru di Babel sebanyak 2.500 pada tahun 2025.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bangka Belitung Fahmi Al Kahfi mencatat, sepanjang tahun 2024 lalu, geliat pertumbuhan investasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan sedikit perlambatan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Namun kata dia, jumlah investor di Bangka Belitung terus mengalami peningkatan yang tercatat mencapai 67 ribu investor.
"Untuk tahun 2024, investasi di Bangka Belitung pertumbuhannya sedikit melambat, belum ada data ter-updatenya. secara umum tetap tumbuh, namun melambat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung," ungkap Fahmi kepada Bangkapos.com, Selasa (7/1).
Fahmi menyebut, minat masyarakat terhadap berbagai instrumen investasi tetap tinggi. Produk seperti saham, reksadana, obligasi hingga instrumen baru yang disesuaikan dengan profil risiko individu terus menjadi pilihan para investor.
Fahmi mengingatkan, masyarakat agar lebih waspada dan cermat dalam memilih instrumen investasi.
"Masyarakat perlu memperhatikan apakah instrumen yang dipilih bersifat legal atau ilegal. Selain termotivasi oleh keuntungan, masyarakat juga harus waspada terhadap risiko pasar yang dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau informasi terkini tentang pasar modal dan kondisi ekonomi global," tegasnya.
Kata dia, sejalan dengan misi Pasar Modal Indonesia di tahun 2025 akan turut lebih aktif dalam berperan mendukung berbagai program strategis pemerintah dan target pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagbai program yang telah diagendakan.
Berbagai Program Pasar Modal Indonesia akan berfokus pada penguatan dan pengembangan pasar modal, satu di antaranya melalui peningkatan pendalaman pasar yaitu peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat.
Program lainnya yang telah disiapkan adalah pengembangan produk, infrastruktur dan layanan baru. Program ini dilaksanakan melalui peningkatan peran investor institusi pada pasar perdana dan sekunder di Pasar Modal, target pertumbuhan investor baru di tahun 2025 Bursa Efek Indonesia optimistis untuk terciptanya 2 juta investor baru.
Dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal di Bangka Belitung, BEI telah melakukan berbagai kegiatan edukasi.
Program-program seperti Sekolah Pasar Modal (SPM), Duta Pasar Modal (DPM) untuk mahasiswa hingga literasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perangkat desa menjadi bagian dari upaya menyeluruh yang dilakukan BEI untuk membangun pemahaman masyarakat terkait pasar modal.
Fahmi menyebut, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sepanjang tahun 2024 Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Bangka Belitung telah melaksanakan 500 lebih kegiatan edukasi, sosialisasi dan inklusi menjangkau lebih dari 85 ribu peserta baik dalam bentuk kegiatan offline maupun online.
"Kegiatan-kegiatan edukasi ini dilaksanakan berkolaborasi dengan OJK, pemerintah provinsi dan kabupaten serta lembaga pendidikan dari jenjang sekolah menengah atas dan perguruan tinggi yang ada di Bangka Belitung demi terciptanya masyarakat yang bijak dalam mengelola keuangan dan terhindar dari investasi bodong," ucap Fahmi.
Dengan berbagai langkah tersebut, Fahmi berharap masyarakat Bangka Belitung dapat menjadi investor yang lebih cerdas, memahami risiko dan mampu berinvestasi secara bijak.
Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia Rp22,3 Triliun
Selama tahun 2024, Pasar Modal Indonesia tercatat nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp12.336 Triliun atau tumbuh 5,74 persen year to date.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Kepala-Kantor-Perwakilan-Bursa-Efek-Indonesia-BEI-Bangka-Belitung-Fahmi-Al-Kahfi-saat.jpg)