Jumat, 10 April 2026

Berita Pangkalpinang

BPBD Waspadai Cuaca Ekstrem, Ajak Masyarakat Pantau Peringatan Dini BMKG

BPBD Kota Pangkalpinang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Pangkalpinang.

Bangkapos.com
Cuaca ekstrem Bangka Belitung 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Pangkalpinang.

Kepala BPBD Pangkalpinang, Dedi Revandi, mengimbau warga agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. "Kami terus mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat terjadi angin kencang atau hujan deras. Jika merasa rumahnya rentan roboh, sebaiknya segera keluar untuk menghindari risiko tertimpa reruntuhan," ujar Dedi Revandi, Jumat (17/1).

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang maupun hujan deras. Meskipun, Pemerintah Kota Pangkalpinang saat ini sedang berupaya memangkas pohon-pohon tua di beberapa ruas jalan utama, diakuinya, masih ada pohon yang berpotensi tumbang.

"Langkah pemangkasan pohon terus kami lakukan, namun tidak semua pohon bisa langsung ditangani. Oleh karena itu, kami minta masyarakat untuk menjauhi area yang rawan saat cuaca buruk, demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan," tambahnya.

Dedi juga mengajak masyarakat untuk selalu memantau informasi terkini terkait peringatan dini cuaca dari pihak berwenang. "Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Harapannya, dengan langkah pencegahan ini, risiko dapat diminimalkan," ujarnya.

BPBD Pangkalpinang mengimbau warga untuk tetap siaga, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. "Warga diharapkan segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan kondisi darurat, seperti pohon tumbang atau kerusakan infrastruktur akibat cuaca buruk," tambahnya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Arie Primajaya turut mengimbau masyarakat, untuk tetap waspada terkait potensi bencana angin puting beliung. "Kami mengimbau untuk selalu waspada, bila memang terjadi kembali kondisi hujan lebat angin. Kepada masyarakat kamu imbau untuk meningkatkan kewaspadaan, bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan," ujar Ari Primajaya.

Diakuinya, Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang telah mengeluarkan peringatan dini, terkait potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang diprediksi melanda wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

"Karena memang informasi dari BMKG kondisi Provinsi Bangka Belitung masih akan terjadi tanggal 15 sampai 17Januari ini masih cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang," ucapnya. 

Pihaknya juga mengimbau kepada nelayan, untuk juga mewaspadai cuaca guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan. "Bagi nelayan untuk memperhatikan kondisi ini karena gelombang tinggi, sehingga dapat lebih waspada untuk keselamatan saat mereka sedang bekerja," ungkapnya. 

Sebelumnya diberitakan, atap sejumlah rumah milik warga di kawasan Gang 17 Kelurahan Kacangpedang, Kecamatan Tamansari, Kota Pangkalpinang, beterbangan diterjang angin kencang, Kamis (16/11) siang sekitar pukul 13.30 WIB. 

Dalam kejadian tersebut, tercatat ada belasan rumah warga yang terdampak angin kencang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan pantauan, kerusakan didominasi di bagian atap di rumah. Selain itu tampak perabotan dapur warga yang rumahnya rusak terlihat berantakan. Bagian dalam rumah yang tidak lagi beratap terlihat basah kuyup akibat guyuran hujan lebat.

Sejumlah warga, anggota BPBD ataupun Tagana Kota Pangkalpinang terlihat mengumpulkan kembali atap rumah yang berserakan dan bergotong-royong memperbaiki rumah yang atapnya rusak.

Menurut salah seorang warga, Dafi kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB. Kejadiannya begitu cepat. Tiupan angin kencang menimbulkan suara gemuruh disusul atap rumah beterbangan sehingga suara yang ditimbulkan menambah semakin gaduh.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved