Berita Bangka Barat

45 Rumah di Belo Laut Terdampak Banjir

Sebanyak 45 rumah di Dusun II dan III Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, tergenang air pada Senin (20/1) pagi.

Bangkapos/Riki
Lokasi banjir berada di Dusun II dan III Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Merendam puluhan rumah, dengan ketinggian air bervariasi dari mata kaki hingga beris orang dewasa, foto diambil, Senin (20/1/2025). 

MENTOK, BABEL NEWS - Sebanyak 45 rumah di Dusun II dan III Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, tergenang air pada Senin (20/1) pagi. Hal ini terjadi setelah intensitas curah hujan tinggi di kawasan tersebut.

"Banjir terjadi berdasarkan informasi warga sejak pukul 04.00 WIB. Air sudah tinggi dan masuk ke sejumlah rumah warga," kata Kades Desa Belo Laut, Ibnu.

Diakuinya, rumah yang terdampak banjir, dengan ketinggian air bervariasi dari semata kaki hingga lutut orang dewasa. "Daerah yang terdampak itu ada di Dusun II dan III  Desa Belo Laut, ada 45 rumah terdampak banjir, dari air sungai meluap. Karena hujan deras," katanya.

Ibnu menambahkan, pihak Pemdes telah turun ke lokasi banjir untuk mendata dan melihat sejumlah warga yang terkena banjir. "Kami sudah mendata, melalui kadus, RT di desa, nanti dibantu dari dana tanggap darurat untuk sembako dan PT Timah bantu," ujarnya.

Warga setempat mengakui, bencana banjir ini, kembali terulang setelah sebelumnya terjadi pada 9 tahun lalu, tepatnya di tahun 2017. Hal itu disebabkan karena meluapnya air sungai, hingga kolong tambang yang jebol.

"Banjir seperti ini sempat terjadi 9 tahun lalu atau pada 2017 dan tahun ini kembali terjadi. Penyebab banjir kami menduga dari kolong tambang jebol, karena banyak tambang timah ilegal," kata Rahman (65) warga Dusun II Desa Belo Laut.

Ia mengatakan, banjir di Dusun II terjadi sekitar pukul 04.20 WIB, setelah hujan deras turun sejak malam hingga pagi hari. Sehingga membuat sejumlah rumah banjir, dengan tinggi air 20-30 sentimeter.

"Kami meminta tolong agar banjir ini bisa diatasi. Karena tahun ini banjir terjadi, padahal tahun kemarin 2024 tidak terjadi banjir. Jadi perlu perhatian pemerintah untuk mengatasinya," harapnya.

Rahman juga mengharapkan adanya bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak banjir. Karena banyak kerugian dialami warga, dari rumah kemasukan air hingga sejumlah barang-barang rusak akibat terendam air. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved