Berita Bangka Barat
PUPR Data Infrastruktur Rusak, Bakal Perbaiki Jalan Rusak Akibat Banjir di Bangka Barat
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Barat telah mendata sejumlah infrastruktur jalan yang rusak akibat banjir.
MENTOK, BABEL NEWS - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Barat telah mendata sejumlah infrastruktur jalan yang rusak akibat banjir di Bangka Barat. Diketahui, akibat bencana banjir sejumlah titik jalan rusak dan berlubang di sejumlah wilayah yang dilanda banjir, seperti di Kecamatan Parittiga, Jebus, Mentok dan Simpang Teritip.
Kepala Dinas PUPR Bangka Barat, Novianto mengatakan, PUPR telah bergerak untuk melakukan pendataan ke sejumlah titik yang infrastrukturnya mengalami rusak akibat banjir. "Ya berkaitan beberapa infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak di Kecamatan Jebus, Parittiga, Mentok dan Simpang Teritip, dari tim PURP sudah bergerak melakukan pendataan kerusakan," kata Novianto, Selasa (21/1).
Ia menambahkan, PUPR telah menghitung estimasi alokasi biaya kemudian dilaporkan ke Bupati Bangka Barat. "Menghitung estimasi biaya, dari hasil ini akan kami sampaikan ke bupati, nanti seperti apa pos anggaran, apa melalui bencana atau diusulkan dalam kegiatan yang akan ditindak lanjut. Semoga, secepatnya bisa kita intervensi," jelasnya.
Sebelumnya, banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Bangka Barat, menyebabkan sejumlah infrastruktur rusak. Di antaranya, puluhan rumah warga terendam banjir dan dua jalan utama yang menghubungkan beberapa desa rusak berat hingga ringan.
"Jalan putus itu jalan kabupaten, jalan lingkar menghubungkan Desa Puput ke Desa Sekar Biru, dan satu lagi jalan di Parit Empat Desa Sekar Biru, tembus ke jalan provinsi, tidak bisa dilewati kendaraan roda empat," kata Kepala Desa Sekar Biru, Munarfarzah, Minggu (19/1).
Munarfarzah mengatakan, Pemdes sudah memasang rambu-rambu, dan gotong royong untuk memperbaiki jalan tersebut. "Rencana kita ingin gotong royong untuk penanganannya, kumpul dengan masyarakat. Kita juga pasang jalan satu arah. Kita harap Dinas PUPR Bangka Barat segera perbaiki," ujarnya.
Ia memastikan, pasca-banjir pada Sabtu (18/1), fasilitas umum yang rusak hanya dua jalan. Tidak ada fasilitas umum lainnya rusak di Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga. "Usai banjir kemarin dari Pemdes memberikan bantuan ke masyarakat yang berdampak banjir. Kemaren kami memberikan 300 nasi bungkus," jelasnya.
Menurutnya, pada saat banjir, sejumlah personel BBPD Bangka Barat ingin membuat dapur umum di Desa Sekar Biru namun dialihkan ke Desa Puput untuk membantu menyiapkan makanan ke warga terdampak banjir.
"Kondisi saat ini aman tidak ada banjir, sekarang masyarakat sudah membersihkan rumah-rumah mereka. Yang mana banjir di Desa Sekar Biru kemarin, sempat setinggi satu meter atau pinggang orang dewasa," tegasnya.
Sebelumnya, hujan yang mengguyur Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (18/1) sejak pagi hingga siang hari memicu banjir di sejumlah daerah. Berdasarkan informasi yang diperoleh Bangka Pos, banjir melanda sedikitnya tujuh kecamatan yang tersebar di dua kabupaten, Bangka Barat dan Bangka.
Di Kabupaten Bangka Barat, banjir merendam tiga kecamatan, yakni Parittiga, Jebus, dan Mentok. Adapun di Kabupaten Bangka, banjir melanda empat kecamatan, yaitu Sungailiat, Pemali, Riau Silip, dan Merawang.
Di Kecamatan Parittiga, air bah membuat sejumlah rumah warga dan ruas jalan terendam dengan ketinggian 20-30 sentimeter. Akibatnya, beberapa akses jalan ditutup sementara.
Camat Parittiga, Adhian Zulhajjany, mengatakan, banjir tersebut berasal dari luapan sejumlah sungai dan saluran air atau drainase. "Terdapat sejumlah wilayah yang airnya tinggi sampai dengan lutut orang dewasa," kata Adhian saat dihubungi Bangka Pos, kemarin.
"Seperti di Dusun Suntai, Desa Air Gantang itu sampai lutut. Sementara Desa Puput Atas, daerah pasar, Simpang Purba Desa Sekar Biru itu airnya dari sungai dekat situ meluap. Kita masih melakukan pendataan jumlah warga yang terkena banjir," tuturnya.
Adhian menyebutkan, pihaknya sedang berupaya mendata jumlah rumah yang terendam di Kecamatan Parittiga. Ia juga mengimbau warga yang berada di dekat aliran sungai agar waspada terhadap binatang buas, seperti buaya, yang dikhawatirkan muncul saat banjir.
"Waspada terhadap kemunculan buaya itu tetap harus waspada, karena kita tidak tahu keberadaan mereka ini," ujar Adhian. (riu)
| Polres Bangka Barat Bersama Forkopimda Tanam 2.000 Bibit Semangka |
|
|---|
| Polres Bangka Barat Sidang Seleksi Awal Penerimaan Polri |
|
|---|
| Selisih Harga Capai Rp190 Ribu, Polisi Selidiki Indikasi Terstruktur Permainan Harga Pupuk Subsidi |
|
|---|
| 4 Pekerja Tambang Disambar Petir, Satu Warga Meninggal Dunia, Luka Berat dan Luka Ringan |
|
|---|
| 130 Calhaj Bangka Barat Diminta Jaga Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250119-Banjir-melanda-tiga-kecamatan-di-Kabupaten-Bangka-Barat1.jpg)