Berita Bangka Selatan
Warga Rela Antre Demi Gas 3 Kg, Pemkab Bangka Selatan Jamin Ketersediaan Pasokan
Siti (52) warga Rawabangun, Kelurahan Tanjung Ketapang rela mengantre sejak pukul 06.00 WIB hanya untuk mendapatkan satu tabung gas elpiji tiga kg.
TOBOALI, BABEL NEWS - Suasana hening tiba-tiba berubah menjadi gemuruh ketika satu unit truk pengangkut gas elpiji tiba di pangkalan gas yang berada di Jalan Ampera, Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (31/1) pagi. Belum sempat mobil terparkir dengan rapi, puluhan emak-emak yang sebelumnya tengah duduk santai langsung beranjak dan berlarian mengambil barisan.
Senyum semringah tampak jelas tergambar di wajah mereka, setelah sekian lama mengantre mereka langsung mendapatkan satu tabung gas. Di satu sisi ada beberapa ibu-ibu yang tampak murung, lantaran telah lama-lama mengantre namun tak mendapatkan gas elpiji tiga kilogram.
Siti (52) warga Rawabangun, Kelurahan Tanjung Ketapang rela mengantre sejak pukul 06.00 WIB hanya untuk mendapatkan satu tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram. Pasalnya, sudah hampir satu bulan terakhir gas melon tersebut langka dan sukar ditemukan di pasaran. Kalaupun ada harganya jauh melambung tinggi di atas harga eceran tertinggi (HET).
"Sekarang mencari gas elpiji tiga kilogram itu susah sekali. Karena kalau antre di pangkalan lewat dari jam 07.00 WIB sudah tidak akan dapat gas elpiji lagi," kata Siti.
Dirinya tidak mengetahui pasti penyebab gas subsidi tersebut susah didapat di pangkalan gas yang ada. Sepengetahuan dirinya setiap pekan pengiriman gas dari agen ke pangkalan sebanyak tiga kali. "Saya juga kurang tahu bagaimana gas elpiji tiga kilogram bisa susah. Karena pendistribusian ke pangkalan ada semua," ucap Siti.
Warga lainnya, Restu (40) hanya bisa pasrah karena tidak mendapatkan gas elpiji tiga kilogram. Guna keperluan memasak dirinya terpaksa harus membeli gas melon di toko kelontong dengan harga hingga Rp25.000-Rp30.000 per tabung gas. Padahal HET gas subsidi di agen dibanderol Rp18.900 per tabung khusus di wilayah Kecamatan Toboali.
"Karena tidak dapat di pangkalan saya beli di toko-toko. Memang harganya mencapai Rp25.000 per tabung," sebut Restu.
Warga berharap setidaknya proses untuk mendapatkan gas bersubsidi dapat dipermudah bagi masyarakat. "Kalau bisa gas elpiji tiga kilogram selalu ada di pangkalan. Karena kalau hari-hari biasa selalu habis," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menjamin ketersediaan gas elpiji tiga kilogram aman di tengah kondisi terjadi peningkatan konsumsi. Hal itu menyikapi permasalahan kelangkaan gas melon subsidi sejak hampir satu bulan terakhir. Dipastikan kebutuhan masyarakat tetap terjaga lantaran surplus pendistribusian yang dilakukan oleh agen gas di Kecamatan Toboali.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Anshori mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan dan pemantauan distribusi gas subsidi di setiap agen maupun pangkalan. Hasilnya penyaluran gas elpiji dari agen ke pangkalan berjalan normal seperti biasanya. Tidak hanya itu, pendistribusian gas subsidi mencapai 38.510 tabung per bulan khusus di Kecamatan Toboali.
"Selama dua hari ini, Kamis dan Jumat kita sudah melakukan pengecekan. Baru empat agen kita cek di Kota Toboali dan sejauh ini aman," kata Anshori.
Menurutnya, yang masih menjadi permasalahan dan membuat kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di tengah masyarakat yakni ihwal pendistribusian. Khususnya yang dilakukan oleh pangkalan gas kepada masyarakat secara umum. "Oknum tertentu banyak membeli gas dalam jumlah banyak. Lalu, dijual kembali kepada masyarakat dengan harga jauh lebih tinggi," jelas Anshori.
Khusus di Kecamatan Toboali lanjut dia, terdapat empat agen penyalur gas elpiji yang langsung membawahi 88 pangkalan. Dari empat agen tersebut pendistribusian gas elpiji mencapai sebanyak 38.510 tabung gas elpiji tiga kilogram per bulan.
Jumlah itu diakui terjadi surplus guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Toboali yang mencapai 27.893 kepala keluarga. Sementara untuk jadwal penyaluran pada Sabtu (1/2) jumlahnya mencapai 1.120 tabung untuk 10 pangkalan gas.
"Informasi yang kami dapatkan harga jual gas elpiji tiga kilogram mencapai Rp30.000-Rp45.000 per tabung. Memang setelah kami cek banyak toko-toko yang menjual harga di atas HET," ujarnya.
| Rakor Pembelian TBS Sawit yang Masih di Bawah Harga Acuan, Pemkab Basel Undang 5 Pabrik Sawit |
|
|---|
| 24.297 Warga Belum Terdaftar PBI, Pemkab Bangka Selatan Ajukan Penambahan Kuota |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Ajukan Bantuan Desalinasi untuk Kepulauan Pongok |
|
|---|
| TNI Dorong Percepatan Olah Lahan di Bangka Selatan |
|
|---|
| 2.747 Warga Manfaatkan Layanan RSUD Kriopanting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250131-WARGA-ANTRE-GAS-Belasan-warga-yang-didominasi-ibu-ibu-2.jpg)