Rabu, 22 April 2026

Kabar Pangkalpinang

BI Optimistis Sinergi dan Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Babel

BI Kantor Perwakilan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung optimistis pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung akan terus meningkat.

Editor: Rusaidah
Istimewa/Dok. Bank Indonesia Bangka Belitung
Kepala Perwakilan BI Bangka Belitung Rommy S. Tamawiwy. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung optimistis pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung akan terus meningkat di tahun 2025 melalui sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BI Bangka Belitung Rommy S. Tamawiwy, menyusul rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan ekonomi Bangka Belitung tumbuh 0,94 persen (yoy) pada triwulan IV 2024.

Rommy menegaskan, meskipun pertumbuhan ekonomi secara kumulatif tahun 2024 hanya mencapai 0,77 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,38 persen (yoy) namun indikator-indikator ekonomi menunjukkan tren perbaikan ke depan. 

Salah satu pendorong optimisme ini adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari 2025 yang tetap berada di level optimis sebesar 121,83 serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang mencapai 124,00.

BI mencatat bahwa sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung, didorong oleh peningkatan produksi perikanan di Pelabuhan Perikanan Sungailiat yang mencapai 3,5 juta kilogram pada 2024. 

Selain itu, kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) turut memberikan dorongan positif bagi sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit dan karet.

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga juga tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, meskipun mengalami perlambatan. 

Momentum liburan sekolah, perayaan Natal dan Tahun Baru serta Pilkada Serentak di akhir tahun mendorong peningkatan konsumsi, tercermin dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 0,61 persen (yoy) dan konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang meningkat 6,42 persen (yoy).

Namun, BI juga mencatat adanya hambatan bagi pertumbuhan ekonomi, terutama dari sektor industri pengolahan yang masih mengalami kontraksi akibat penurunan produksi logam dasar timah. 

"Sektor perdagangan dan konstruksi juga menunjukkan tren negatif, dipengaruhi oleh penurunan penjualan kendaraan bermotor serta aktivitas konstruksi yang melambat," jelas Rommy dari rilis yang diterima Bangka Pos Group, Kamis (6/2).

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi, BI menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. 

Rommy menjelaskan, bahwa BI akan terus mendukung pengembangan sektor unggulan melalui berbagai strategi, di antaranya, Promosi Pariwisata dan UMKM. BI akan mendorong perluasan promosi sektor pariwisata serta produk-produk unggulan UMKM Bangka Belitung agar lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

Ekonomi Keuangan Syariah, peningkatan literasi dan inklusi ekonomi berbasis syariah menjadi salah satu fokus BI untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Digitalisasi Sistem Pembayaran, BI akan terus mengakselerasi penggunaan sistem pembayaran digital untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas akses keuangan bagi masyarakat.

Dukungan terhadap Sektor Perdagangan dan Transportasi, dengan meningkatnya jumlah penerbangan tambahan (extra flight) ke Bangka Belitung, diharapkan sektor transportasi serta industri akomodasi dan makanan/minuman dapat memperoleh manfaat positif.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved