Berita Bangka Selatan
Cari Penyebab Kelangkaan Gas Melon di Bangka Selatan, Forkopimda Sidak Agen dan Pangkalan
Sejumlah agen dan pangkalan gas elpiji tiga kilogram dilakukan inspeksi mendadak atau sidak oleh jajaran Forkopimda Bangka Selatan.
TOBOALI, BABEL NEWS - Sejumlah agen dan pangkalan gas elpiji tiga kilogram dilakukan inspeksi mendadak atau sidak oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (6/2). Pemerintah daerah ingin memastikan distribusi dan harga gas melon tetap terkendali. Terpenting berjalan sesuai kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi mengatakan, terdapat satu agen dan tiga pangkalan serta satu warung kelontong yang dilakukan sidak gas elpiji tiga kilogram. Hasilnya hampir semua tempat yang dikunjungi telah melakukan pendistribusian sesuai berjalan lancar dan tepat sasaran.
"Kita bersama Forkopimda meninjau bagaimana distribusi gas elpiji tiga kilogram. Kita lihat akhir-akhir ini menjadi masalah di masyarakat di tengah masyarakat untuk pendistribusian," kata Debby Vita Dewi.
Menurutnya, tujuan sidak guna mengetahui penyebab gas elpiji tiga kilogram terjadi kelangkaan semenjak adanya penataan regulasi oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah berupaya mencari benang merah atas kesulitan masyarakat untuk mendapatkan gas elpiji.
Mulai dari hulu hingga ke hilir, yakni Pertamina, agennya, pengecer hingga masyarakat. Sekaligus ingin memastikan tidak ada permainan harga. Semua pangkalan wajib menjual elpiji tiga kilogram sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Sesuai Surat Keputusan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung nomor 188.44.850.q/IV/2021 tahun 2021. Misalnya di Kecamatan Payung dibanderol Rp18.300, Kecamatan Airgegas dan Simpang Rimba Rp18.500. Lalu Kecamatan Pulau Besar Rp18.800 dan Kecamatan Toboali Rp18.900 serta Kecamatan Sadai Rp19.400. Sedangkan HET daerah kepulauan terluar yakni dengan harga di atas Rp20.000. Misalnya Rp23.700 untuk wilayah Desa Penutuk, Desa Tanjung Labu dan Desa Tanjung Sangkar, Kecamatan Lepar Rp25.200 dan Kecamatan Kepulauan Pongok Rp27.900.
"Ternyata pendistribusian masih jalan dan lancar. Alhamdulillah sehingga tidak ada masalah-masalah di masyarakat," jelas Debby Vita Dewi.
Ia mengakui, pentingnya transparansi dalam distribusi gas elpiji subsidi. Untuk itu, dirinya mengingatkan para pengusaha untuk tidak memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi yang tidak adil. Pemerintah akan memantau secara ketat agar tidak ada pengusaha yang bermain-main dengan stok atau harga gas elpiji.
Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan setiap indikasi kecurangan yang ditemukan. Pihaknya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap pengusaha yang terbukti melakukan pelanggaran. Terkhusus indikasi kecurangan dilakukan oleh oknum pangkalan nakal yang mencoba mencari keuntungan lebih.
"Forkopimda menjamin kelancaran pendistribusian gas. Itu harus dan adalah tugas Forkopimda," tegasnya.
Debby berharap, ketersediaan gas elpiji tiga kilogram bersubsidi dapat segera pulih dan harga bisa stabil kembali. Pengawasan yang ketat dan penegakan hukum diharapkan dapat mencegah masalah serupa masa mendatang. Hasilnya dapat memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.
"Karena satu kartu keluarga (KK-Red) dan satu kartu tanda penduduk (KTP-Red) itu satu tabung gas. Kecuali untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM-Red)," pungkas Debby. (u1)
Tak Panic Buying
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan, meminta masyarakat tidak melakukan panic buying alias melakukan pembelian secara berlebihan. Terutama karena panik menyikapi langkanya gas elpiji tiga kilogram di daerah itu. Masalah tersebut dipastikan akan segera diatasi oleh pemerintah bersama jajaran forum koordinasi pimpinan daerah.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi mengatakan, pihaknya tengah berupaya untuk menstabilkan kembali ketersediaan melon subsidi. Dengan demikian, masyarakat diharapkan untuk tenang dan tidak panik dengan membeli elpiji tiga kilogram dalam jumlah banyak.
Sebab penyaluran dari Pertamina ke agen hingga pangkalan gas masih normal seperti biasanya bahkan stok masih ada. "Jangan sampai ada masyarakat atau konsumen melakukan panic buying," kata Debby Vita Dewi, Kamis (6/2).
| Dorong Layanan Terpadu hingga Desa, Pemkab Bangka Selatan Maksimalkan 122 Posyandu |
|
|---|
| Hari Keempat Pencarian Warga Hilang di Sungai Nyireh, Tim SAR Andalkan Alat Khusus CAPE |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Perkuat Peran Posbankum |
|
|---|
| Hadapi Penilaian Adipura 2026, Bangka Selatan Perkuat Sinergi Lintas OPD dalam Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Usulkan Sumur Bor ke Kementan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250206-PENGAWASAN-PENDISTRIBUSIAN-GAS.jpg)