Jumat, 5 Juni 2026

Kabar Belitung

Air PDAM Tak Mengalir Dua Hari Akibat Pemadaman Listrik PLN

Pelanggan Perumda Tirta Batu Mentas mengeluhkan gangguan pasokan air bersih yang tidak mengalir selama dua hari.

Tayang:
Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Direktur Perumda Tirta Batu Mentas Badia Parulian. 

POSBELITUNG.CO, BABEL NEWS - Pelanggan Perumda Tirta Batu Mentas mengeluhkan gangguan pasokan air bersih yang tidak mengalir selama dua hari.

Di grup Forum Crisis Center Belitung, akun pengguna Sugeng Mulyono memposting video mengisi galon dengan air keran. 

"Tak ada air tak ada hujan, mengapa air PAM mati saja. Tak bisa nyuci, tak bisa mati, jadi pusing kepala," nyanyian pria berbaju merah di video tersebut. 

Diketahui pelanggan Perumda Tirta Batu Mentas tak mendapat pasokan air pada Jumat (21/2). 

Direktur Perumda Tirta Batu Mentas Badia Parulian menjelaskan, bahwa penyebab utama gangguan suplai air ini bukan berasal dari internal PDAM, melainkan dari pemadaman listrik yang terjadi di Kacang Butor akibat pemeliharaan jaringan PLN.
Pemadaman tersebut berlangsung dari pukul 15.00 hingga 20.00 WIB.

Setelah listrik kembali menyala, terjadi lonjakan tegangan yang menyebabkan kubikal PDAM meledak.

"Kami langsung berusaha memperbaiki. Pada hari Jumat, PLN menyatakan bahwa alat tersebut tidak bisa diperbaiki dan harus diganti. Sayangnya, material pengganti tidak tersedia di Belitung sehingga harus dikirim dari luar daerah," ujar Badia, Senin (24/2). 

Upaya lain yang dilakukan adalah menggunakan genset, tetapi genset yang ada juga mengalami kendala teknis dan tidak bisa diandalkan untuk suplai air dalam skala besar.

Akhirnya, PDAM bekerja sama dengan PLN untuk menggunakan gardu pasta sebagai solusi sementara. Namun, alat ini harus didatangkan dari Manggar sebelum akhirnya dipasang di Bulutumbang.

"Sabtu sore, suplai air sudah kembali normal setelah gardu pasta terpasang di Embung," tambahnya.

Badia menegaskan bahwa permasalahan ini terjadi di luar kendali PDAM, karena perusahaan air minum daerah sangat bergantung pada pasokan listrik.

"Setiap ada gangguan suplai listrik, kami pasti terdampak. Jika listrik padam, kami tidak bisa mengalirkan air ke pelanggan," jelasnya.

"Sekarang sudah normal, nah itulah kita kerjakan sampai 2 hari jadi permasalahannya bukan jaringan kita tapi karena adanya gangguan suplai listrik," tambah Badia.

Gangguan air bersih ini menambah deretan keluhan masyarakat terkait pelayanan PDAM, terutama dalam menghadapi situasi darurat. (del)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved