Berita Bangka Selatan

Masyarakat Desa Sadai Terima Bantuan Logistik 

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan korban bencana alam puting beliung di Desa Sadai, Kecamatan Tukak Sadai tak bertambah.

Istimewa/ Dokumentasi BPBD Kabupaten Bangka Selatan
GOTONG ROYONG -- Sejumlah masyarakat bersama anggota BPBD Kabupaten Bangka Selatan ketika gotong-royong membersihkan puing-puing pasca angin puting beliung, Sabtu (15/3/2025). Diketahui angin puting beliung melanda Desa Sadai dan merusak 37 bubung rumah warga. 

SADAI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan korban bencana alam puting beliung di Desa Sadai, Kecamatan Tukak Sadai tak bertambah. Terdata sebanyak 37 rumah dan 40 kepala keluarga terdampak angin puting beliung pada Jumat (14/3). Sejumlah bantuan terus digelontorkan guna membantu meringankan beban korban bencana alam.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Bangka Selatan, Sumindar mengatakan bantuan logistik dari gudang telah didistribusikan kepada para korban sejak malam kemarin. Total 384 paket bantuan logistik telah diberikan kepada masyarakat yang terdampak. Sejumlah bantuan diperkirakan akan terus datang secara bertahap guna meringankan beban masyarakat.

"Bantuan logistik dikhususkan bagi 37 rumah dan 40 kepala keluarga yang menjadi korban angin puting beliung," kata Sumindar, Sabtu (15/3).

Sumindar mengakui, bantuan logistik yang diberikan telah sesuai standar dari Kementerian Sosial seperti makanan siap saji, terpal dan peralatan lain. Untuk selimut didistribusikan sebanyak 30 helai, 20 kasur, 67 helai terpal, 11 dus makanan siap saji dan enam dus makanan khusus anak. Tidak hanya itu, pihaknya turut menyalurkan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) dari PT. Timah sebanyak 250 paket.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan turut memberikan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan bagi korban bencana alam. Saat ini warga bersama tim gabungan telah saling bahu membahu melakukan perbaikan terhadap rumah-rumah warga yang rusak. Pasalnya, mayoritas rumah warga rusak pada bagian atap karena disapu angin puting beliung.

"Dengan bantuan tersebut setidaknya bisa membantu masyarakat untuk sahur maupun berbuka puasa," jelas Sumindar.

Sejak malam lanjut dia, warga yang terdampak telah diungsikan. Pasalnya, pemerintah daerah belum akan mendirikan tenda darurat. Alasannya, warga yang rumahnya mengalami rusak ringan lebih memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Pihaknya juga telah memberikan bantuan berupa terpal untuk menutup sementara atap rumah warga yang rusak.

Sedangkan warga yang rumahnya rusak parah telah dievakuasi ke rumah tetangga maupun kerabat dekatnya. Akan tetapi, mengingat cuaca ekstrem masih mengintai tak menutup kemungkinan pemerintah daerah akan segera membuat tenda darurat maupun dapur umum. 

"Sementara warga dievakuasi ke rumah tetangga terdekat. Jika ternyata harus disiapkan tenda darurat akan kita lakukan," ucapnya.

Dirinya mengimbau agar warga yang belum mendapatkan bantuan segera melapor kepada ketua rukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW) setempat. Nantinya, laporan tersebut akan diteruskan kepada pihak kecamatan agar distribusi bantuan dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran.

"Jika ada warga yang belum terdata, silakan melaporkan agar bisa segera ditindaklanjuti," ujar Sumindar(u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved