Kamis, 16 April 2026

Kabar Belitung

Camat Kelapa Kampit Susiawati Suka Tantangan dan Cerdas Berinovasi

Susiawati mengaku sangat senang menggunakan sepatu heels dengan warna yang anti mainstream seperti, kuning, hijau, biru elektrik, merah dan pink tua.

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/ Yunita Karisma Putri
CERDAS BERINOVASI - Susiawati, camat perempuan pertama di Kelapa Kampit yang menyukai tantangan dan cerdas berinovasi. 

KELAPAKAMPIT, BABEL NEWS - Terik matahari menyinari Kantor Kecamatan Kelapa Kampit, Selasa (1/4). Susiawati dengan sepatu heels merah menyala itu memimpin apel pertamanya menjadi Camat Kelapa Kampit.

Susiawati mengaku sangat senang menggunakan sepatu heels dengan warna yang anti mainstream seperti, kuning, hijau, biru elektrik, merah dan pink tua.

Baginya melalui beragam sepatu hak tinggi yang berwarna anti mainstream itu membuat dirinya memiliki identitas percaya diri dan berani.

Nama Susiawati sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Belitung Timur.

Perempuan kelahiran 11 Oktober 1970 ini sebelumnya sudah pernah menjadi camat di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Belitung Timur.

Di tahun 2017-2019, Susiawati dipercaya menjadi camat di Kecamatan Dendang. Selang dua tahun, dari Kecamatan Dendang ia dipercaya untuk memimpin Kecamatan Simpang Pesak pada tahun 2021-2022.

Perjalanan menjadi pemimpin belum usai. Pada tanggal 4 Januari 2023, ia diberikan kepercayaan baru oleh Bupati Belitung Timur Burhanudin untuk menjadi camat di Kecamatan Kelapa Kampit.

Susiawati berhasil menjadi sosok perempuan pertama untuk memimpin Kelapa Kampit. Hal ini tentu menjadi wajah dan kepemimpinan baru bagi masyarakat di Kelapa Kampit.

Susiawati mengaku menyukai tantangan sehingga kepercayaan yang diberikan oleh Bupati Belitung Timur untuk memimpin Kecamatan Kelapa Kampit menjadi tantangan baru yang ia sambut dengan suka cita dan penuh keberanian.

"Ketika orang tertinggi memberikan kepercayaan, itu berarti kita memiliki kemampuan lebih. Aku orang yang percaya diri, mengeluh bukan sifatku dan tidak berpura-pura sehingga aku siap untuk memimpin Kelapa Kampit," tegas Susiawati.

Susiawati, perempuan asli Dendang ini berani mengambil keputusan besar. Ia mengaku masih asing dengan Kecamatan Kelapa Kampit karena jarang berkunjung dan berdomisili asli di Dendang.

Jarak Dendang ke Kelapa Kampit sepanjang 75 kilometer (Km) tidak menjadi penghalang bagi Susiawati dalam bekerja.

"Tidak perlu dikasihani karena jauhnya jarak, namun saya hanya butuh dukungan untuk bermanfaat. Kembali lagi, saya suka tantangan dan mengeluh bukan sifatku," ujar Susiawati sambil tertawa kecil.

Kali ketiganya Susiawati menjadi pemimpin, ia selalu menerapkan gaya kepemimpinan yang sama dimanapun ia berada. Ia memimpin dengan rasa kekeluargaan. Hal ini ia lakukan supaya dalam memimpin tidak ada batasan karena struktural.

"Kepemimpinan seperti orang tua dan anak, tidak akan ada yang hidup. Saya berusaha menjadi sebagai tempat mendengar, mengadu dan memberi solusi," kata Susiawati.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved