Berita Pangkalpinang
Banjir di Pangkalpinang Butuh Penanganan Komprehensif
Secara geografis dan topografi, Pangkalpinang memang berada di wilayah cekungan yang rawan banjir, terutama jika terjadi kombinasi hujan pasang laut
Langkah lainnya yakni menerapkan konsep drainase ramah lingkungan (eco-drain) melalui perda dan kontrol serius terhadap pengembang, membangun lebih banyak tampungan air di hulu seperti Sungai Pedindang, Rangkui, dan Selindung.
Kemudian membangun pintu air dan pompa besar di hilir Sungai Rangkui, membangun tembok penahan banjir di kanan kiri Sungai Rangkui di kawasan padat penduduk, dan menyediakan sistem peringatan dini banjir untuk meminimalisasi dampak.
Roby juga menyebutkan bahwa kendala utama yang dihadapi pemerintah adalah terbatasnya lahan dan biaya pembangunan infrastruktur.
Contohnya, rencana pembangunan kolam retensi di Pedindang-Terak tertunda akibat pembebasan lahan yang rumit dan mahal.
"Pembangunan pintu air dan pompa stasioner di Sungai Rangkui saja bisa menelan biaya lebih dari Rp200 miliar. Ini belum termasuk pembebasan lahan dan biaya operasionalnya. Pemerintah daerah tentu tidak sanggup sendiri dan harus menggandeng pusat, bahkan melalui pinjaman luar negeri," tutur Roby.
Dia juga mengatakan perlunya sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dan berani mengambil keputusan strategis dalam penanggulangan bencana.
"Tanpa SDM yang kuat dan komitmen dari semua pihak, kita hanya akan berputar di siklus banjir yang sama setiap tahun," ujarnya.
Lebih lanjut, Roby mengingatkan, banjir di Pangkalpinang bukan hanya masalah teknis semata, melainkan konsekuensi dari pola pembangunan dan tata kelola lingkungan yang belum menyeluruh.
“Tanpa perubahan paradigma dalam merancang kota yang tangguh terhadap bencana, Pangkalpinang akan terus berhadapan dengan ancaman banjir berulang setiap musim hujan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang mengguyur Kota Pangkalpinang pada Senin (21/4/2025) lalu mengakibatkan banjir di sejumlah titik.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, tercatat ada ratusan rumah yang terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang mencatat, sedikitnya ada 470 rumah terdampak banjir tersebut. Kelurahan Bukit Sari, Kecamatan Gerunggang, menjadi kawasan yang paling parah terdampak.
Di kawasan ini, tercatat ada sekitar 102 rumah yang terendam banjir. (t2)
| Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemprov Babel Mengerucut ke 3 Besar, Gubernur Hidayat Cari Sosok Terbaik |
|
|---|
| 53 Sekolah Ikut Popda Pangkalpinang 2026: Wadah Membangun Sportivitas di Kalangan Pelajar |
|
|---|
| Penuhi Panggilan Jaksa, Pimpinan DPRD Pangkalpinang Klarifikasi Anggaran |
|
|---|
| Juknis SPMB SMA/SMK 2026/2027, Pendaftaran Dibagi Dua Tahap |
|
|---|
| Tak Naikkan Tarif Pajak, Pangkalpinang Dongkrak PAD Lewat Optimalisasi Potensi yang Belum Tergarap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20250421_banjir-di-pangkalpinang.jpg)