Selasa, 21 April 2026

Berita Bangka Barat

DPRD Soroti Potensi Pariwisata, Pemkab Bangka Barat Akui Terkendala Aset

Anggota Komisi III DPRD Bangka Barat, Eddy Arif menyuarakan sejumlah potensi pariwisata di Kecamatan Mentok agar dapat berkembang maju.

Bangkapos.com/Riki Pratama
PANTAI TANJUNGKALIAN - Pengunjung pantai Tanjungkalian Mentok, Kabupaten Bangka Barat, menikmati suasa keluar masuk kapal Fery tujuan Tanjungkalian-Tanjung Api-Api Sumsel, foto diambil belum lama ini. 

MENTOK, BABEL NEWS - Anggota Komisi III DPRD Bangka Barat, Eddy Arif menyuarakan sejumlah potensi pariwisata di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat agar dapat berkembang maju. Satu di antaranya, kawasan Pantai Tanjungkalian Mentok, yang diharapkan dapat dibuatkan tempat taman bermain untuk berkumpul keluarga.

Pantai ini diketahui, berdampingan dengan Pelabuhan Tanjungkalian yang memiliki mercusuar legendaris, dibangun oleh Belanda pada tahun 1862. Dengan tinggi 65 meter, kondisinya masih asli, hanya beberapa kali dicat ulang.

"Sudah ada perencanaan, tetapi dari pihak pemerintah daerah, pernah mengajukan pinjam pakai belum disetujui dengan pihak pengelolanya, dari kementerian," kata Eddy Arif, Selasa (13/5).

Diketahui, Menara Suar Tanjungkalian, menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Distrik Navigasi Kelas I Palembang, bertanggung jawab atas pengelolaannya.

"Pada tahun 2025 ini, kami mengajukan pinjam pakai itu, mudah-mudahan dikabulkan pihak navigasi. Keinginan kita ada objek wisata taman bermain. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian Bangka Barat ini, karena kondisi saat ini memprihatinkan," ujarnya.

Eddy Arif memastikan, DPRD Bangka Barat bakal mendorong percepatan pembangunan di kawasan Tanjungkalian Mentok. Sehingga menjadi lebih baik lagi ke depannya. "Apabila nanti disetujui pihak navigasi kita bakal menemui mereka di Palembang terkait keinginan pembangunan Tanjungkalian ini. Karena ini untuk pontensi pendapatan asli daerah dan juga wisata di Tanjungkalian," harapnya.

Pihaknya berharap, setelah adanya persetujuan, Tanjungkalian dapat berubah menjadi kawasan wisata yang indah, untuk masyarakat Bangka Barat. "Setelah disetujui baru kita menganggarkan mudah-mudahan pemda mensupport, untuk membangun kawasan mercusuar, sebagai penunjang pariwisata Bangka Barat," jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Ali mengakui kondisi yang rumit dalam penataan ini. "Jadi proses untuk Tanjungkalian itu cukup rumit, sebenarnya permasalahan yang ada di Bangka Barat. Karena setiap kita ingin bangun pariwisata terkendala persoalan aset, pertama aset dimiliki pribadi, instansi vertikal, hingga dimiliki perusahaan lain, atau pihak ketiga. Sehingga untuk membangun fisik kita terhambat," kata Muhammad Ali.

Sementara, kendala untuk menata Tanjungkalian Mentok, diakuinya, yakni karena lahan tersebut merupakan kewenangan dari Distrik Navigasi kelas I Palembang, sehingga Pemkab terkendala untuk membangun di lokasi tersebut.

"Kita ingin bangun menggunakan APBD atau APBN terkendala dengan clean and clear atau kepemilikan. Terkait Tanjungkalian perlu diketahui masyarakat, bahwa itu bukan milik Pemda Babar, milik Navigasi Distrik Palembang, di Kementerian Perhubungan," jelasnya.

Ia mengakui, sudah seharusnya Pantai Tanjungkalian Mentok, dibangun menjadi lebih baik lagi. Karena pantai itu menjadi wajah Kota Mentok dan lokasi peringatan tragedi perang dunia II dari warga Australia, Inggris dan Selandia Baru setiap tahun.

"Jadi di lokasi itu bukan hanya menjadi lokasi peringatan tragedi perang dunia, tetapi ada juga UMKM, gedung mercusuar yang miliki sejarah, sangat luar biasa, menjadi cagar budaya. Jadi lengkap di Tanjungkalian itu," katanya.

Pihaknya akan berusaha untuk membangun komunikasi lagi. "Kembali ke Distrik Navigasi Palembang bersama komisi III DPRD Bangka Baratuntuk mencari solusi. Bagaimanapun Tanjungkalian sebagai ikon Mentok ini, karena kalau dulu belum naik menara belum sah saat datang ke Mentok," pungkas Muhammad Ali. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved