Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Tekan Penyakit Menular

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kembali membekali kemampuan bagi tenaga medis di daerah itu.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
FOTO BERSAMA -- Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa ketika berfoto bersama dengan peserta pelatihan di Hotel Manunggal Toboali, Selasa (8/7/2025). Pelatihan diberikan untuk menekan penyakit yang dapat menular dari ibu ke anak. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kembali membekali kemampuan bagi tenaga medis di daerah itu. Pembekalan dilakukan guna meminimalisir serta pencegahan penularan tiga penyakit berbahaya. Khususnya penyakit yang dapat menular dari ibu ke anak, mulai dari human immunodeficiency virus (HIV), sifilis hingga hepatitis.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa mengatakan, pelatihan program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) diberikan kepada seluruh tenaga medis di Puskesmas. Baik itu dokter, bidan maupun perawat dari 10 Puskesmas yang ada di delapan kecamatan. 

"Kegiatan ini untuk mengurangi penularan dari tiga penyakit tersebut ke anak. Juga mencegah penyebaran tiga penyakit tersebut," kata Agus Pranawa, Selasa (8/7).

Agus Pranawa menyebut pelatihan ini dinilai penting karena penularan dari ibu ke anak masih menjadi tantangan kesehatan yang serius di Indonesia. Melalui pelatihan tenaga medis bisa meningkatkan keterampilan dalam melakukan mengambil tindakan. Baik itu skrining, diagnosis dini, pemberian profilaksis, dan tata laksana ibu hamil dan bayi yang terinfeksi.

"Tiga penyakit tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, juga berpengaruh besar terhadap kualitas hidup jangka panjang masyarakat. Upaya pencegahan menjadi prioritas bersama," jelas Agus Pranawa.

Menurutnya, pencegahan triple eliminasi melibatkan serangkaian intervensi dan membutuhkan kerja sama yang erat antara berbagai pihak. Termasuk pemerintah, lembaga kesehatan, tenaga medis dan masyarakat. "Semoga dengan pelatihan ini, teman-teman tenaga kesehatan di puskesmas lebih siap saat melakukan penanganan di lapangan," ujarnya.

Agus Pranawa berharap, melalui pelatihan ini intervensi kasus HIV, sifilis dan hepatitis B dapat ditekan serta tidak bertambah setiap tahunnya. Eliminasi tiga penyakit ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengingat kesadaran masyarakat masih rendah untuk pemeriksaan kesehatan. 

Khususnya masyarakat yang berisiko tinggi tertular HIV di kawasan lokalisasi maupun secara mandiri. "Masih banyak masyarakat yang tidak melakukan pemeriksaan. Sedangkan puskesmas sudah melakukan upaya promotif," pungkas Agus Pranawa(u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved