Rabu, 8 April 2026

Berita Pangkalpinang

Musim Kemarau di Bangka Belitung Diprediksi Lebih Pendek

Sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai memasuki musim kemarau.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
AWAN TEBAL - Mendung menggantung di langit Kota Pangkalpinang, Selasa (5/8/2025). BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih singkat dengan curah hujan kategori menengah di Agustus–September. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai memasuki musim kemarau.

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Babel tahun ini akan berlangsung lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Annisa Nindi, mengatakan, musim kemarau 2025 di Negeri Serumpun Sebalai diperkirakan hanya akan terjadi pada periode Agustus hingga September, dan berpotensi berakhir lebih cepat dari normalnya.

"Biasanya, musim kemarau di wilayah Bangka Belitung berlangsung hingga dasarian III September, bahkan masuk ke dasarian I Oktober. Namun, tahun ini diprediksi akan berakhir lebih awal," kata Annisa kepada Bangka Pos, Selasa (5/8/2025).

Annisa menambahkan, salah satu faktor utama yang menyebabkan pendeknya musim kemarau tahun ini adalah kondisi suhu muka laut yang lebih hangat di wilayah Indonesia pada Agustus hingga Oktober 2025.

Suhu laut yang lebih tinggi berperan dalam meningkatkan proses penguapan yang pada gilirannya memperbesar peluang terbentuknya awan dan hujan lokal.

"Kondisi laut yang hangat ini mempercepat transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Oleh karena itu, kita berpotensi mengalami musim hujan lebih awal dari biasanya," ujar Annisa.

Berdasarkan pola curah hujan tahunan, wilayah Bangka Belitung terbagi dalam enam Zona Musim (ZOM).

BMKG mencatat bahwa beberapa wilayah telah memasuki musim kemarau sejak Juni dan Juli 2025.

ZOM 1 (Bangka Barat bagian utara) mulai kemarau pada Juni dasarian III.

ZOM 5 (Bangka Tengah bagian tenggara, sebagian Bangka Selatan bagian timur) mulai kemarau pada Juli dasarian II.

Sementara itu, ZOM lainnya diprediksi memasuki kemarau pada Juli dasarian III, namun menunggu konfirmasi curah hujan Agustus dasarian I.

BMKG memprediksi curah hujan di Babel selama Agustus hingga September berada dalam kategori menengah, yakni berkisar antara 151 hingga 300 mm per bulan.

Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun berada di puncak musim kemarau, potensi hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah. 

"Ini bukan kemarau kering seperti biasanya. Tetap ada potensi hujan, terutama hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang," kata Annisa.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved