Jumat, 10 April 2026

Debat Pertama Pilkada Belitung Timur, Kondisi Dunia Kesehatan Jadi Sorotan

Debat pertama pemilihan kepala daerah Kabupaten Belitung Timur menyoroti salah satu masalah penting yang dihadapi masyarakat Belitung Timur

Editor: suhendri
Pos Belitung/Bryan Bimantoro
DEBAT PILKADA BELTIM - Suasana debat pertama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belitung Timur 2024 di Auditorium Zahari MZ, Manggar, Sabtu (26/10/2024) malam. Debat ini diikuti dua pasangan calon kepala daerah. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Debat pertama pemilihan kepala daerah Kabupaten Belitung Timur di Auditorium Zahari MZ, Manggar, Sabtu (26/10/2024) malam, menyoroti salah satu masalah penting yang dihadapi masyarakat Belitung Timur, yaitu keterbatasan tenaga medis.

Dalam sesi debat tersebut, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Burhanudin, mendapatkan pertanyaan mengenai langkah yang akan diambil terkait kondisi dunia kesehatan di Beltim, di mana hanya terdapat 76 dokter yang melayani sekitar 100 ribu penduduk.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Burhanudin menyatakan bahwa pemerintah daerah Beltim telah berupaya meningkatkan jumlah dokter dengan mengajukan permohonan tambahan tenaga medis ke Kementerian Kesehatan.

"Dokter spesialis ada aturan harus sesuai dengan yang dibutuhkan daerah,” ujar Burhanudin

Selain itu, kata Burhanudin yang merupakan petahana, pemerintah daerah Beltim telah mengalokasikan anggaran untuk beasiswa bagi tiga putra-putri daerah yang bersekolah di fakultas kedokteran sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia sejak di tingkat SMA.

Burhanudin juga menjelaskan bahwa Pemkab Beltim telah mengirimkan beberapa dokter untuk melanjutkan pendidikan spesialis di bidang jantung, mata, dan saraf.  

“Kami ingin menata kembali kebutuhan masyarakat agar lebih terarah. Semua upaya ini demi meningkatkan SDM,” tuturnya.

Sementara itu, calon bupati nomor urut 2, Kamarudin Muten, memberikan kritikan terkait kondisi fasilitas kesehatan di Beltim.

Ia menyebutkan, masyarakat sering mengeluhkan kondisi alat-alat medis di rumah sakit yang sudah rusak dan tidak bisa digunakan.

Kamarudin mengatakan, banyak warga yang dia temui mengeluhkan tentang kondisi kesehatan di Beltim yang tidak maksimal melayani masyarakat.

“Peralatan rusak, dokter pun tidak ada. Apa yang harus dilakukan Pak Burhanudin? Kesehatan itu nomor satu. Kalau tidak sehat, bagaimana mau hidup?” ujarnya.

Burhanudin menanggapi kritik Kamarudin dengan menyatakan bahwa fasilitas kesehatan di Beltim telah berangsur-angsur ditingkatkan.

Dia mencontohkan bahwa layanan cuci darah sudah tersedia di Beltim, namun tidak semua fasilitas harus diadakan secara mandiri.

“Kami bekerja sama dengan pihak ketiga agar pelayanan tetap tersedia, dan pengadaan fasilitas akan dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” kata Burhanudin(s1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved