Jumat, 24 April 2026

Berita Belitung

Antisipasi Gejolak Harga Kebutuhan Pokok di Belitung, Pemkab Sidak 6 Distributor Beras

Pemerintah Kabupaten Belitung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di enam distributor beras di Tanjungpandan, Rabu (27/8).

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
SIDAK DISTRIBUTOR BERAS - Jajaran Pemkab Belitung sidak ke sejumlah distributor beras di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (27/8/2025). Langkah ini dilakukan menyusul adanya gejolak harga kebutuhan pokok di pasaran menjelang akhir bulan. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Belitung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di enam distributor beras di Tanjungpandan, Rabu (27/8). Langkah ini dilakukan menyusul adanya gejolak harga kebutuhan pokok di pasaran menjelang akhir bulan.

Sidak digelar di enam titik, yakni UD Aripin di Jalan Endek, Distributor Abing di Jalan Dewi Sartika, Distributor Abun di Jalan Letnan Mad Daud, Gudang BTK Mart di Jalan Gatot Subroto, Gudang Mawar Jaya di Jalan Madura, serta Gudang Bulog Cabang Belitung.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Belitung, Syamsudin, mengatakan sidak merupakan agenda rutin pemerintah daerah, terutama untuk memantau harga dan memastikan ketersediaan stok. "Karena mendekati akhir bulan ada informasi dan gejolak-gejolak terkait masalah harga, maka kita lakukan pengecekan," ujarnya.

Syamsudin menjelaskan, selain laporan rutin dari Dinas Perdagangan maupun Dinas Pertanian, sidak langsung ke lapangan juga menjadi instruksi bupati untuk memantau kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok. Dari hasil pengecekan, stok beras di gudang Bulog maupun distributor masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Ia memaparkan, kebutuhan beras di Belitung rata-rata mencapai 1,9 ton per bulan. Jumlah tersebut sudah bisa dipenuhi dari pasokan Bulog, ditambah cadangan yang tersimpan di gudang distributor. "Kekhawatiran masyarakat terkait stok beras itu sudah selesai, karena stok dari Bulog saja bisa memenuhi kebutuhan," katanya.

Syamsudin menambahkan, sidak ini juga dilakukan untuk mengantisipasi masuknya bulan-bulan berakhiran "ber". Pada periode tersebut, kondisi cuaca kerap memperlambat proses distribusi bahan pokok ke Belitung. "Inilah yang kita antisipasi, jangan sampai kondisi cuaca menghambat pengiriman bahan pokok," ucapnya. 

Diketahui, Perum Bulog Cabang Belitung gencar menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar. Rata-rata setiap hari sekitar 30 ton beras SPHP dilepas untuk masyarakat di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.

Pemimpin Bulog Cabang Belitung, Syahrianza Rahman, menyebutkan hingga saat ini total penyaluran beras SPHP sudah mencapai sekitar 300 ton. Penyaluran tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk gerakan pangan murah yang digelar bersama pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), serta dukungan TNI dan Polri.

"Sekarang harian kami hampir 30 ton per hari untuk pengeluaran beras SPHP. Sampai hari ini total yang sudah disalurkan sekitar 300 ton," kata Syahrianza Rahman.

Bulog juga terus melakukan penetrasi pasar dengan intervensi langsung menggunakan beras SPHP. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan beras sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Diakuinya, ketersediaan stok beras di gudang Bulog Cabang Belitung saat ini berjumlah 900 ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar satu bulan di dua kabupaten.

Syahrianza Rahman menjelaskan, untuk target penyaluran SPHP dibutuhkan 1.700 ton beras. Karena itu, Bulog akan menambah pasokan sebanyak 1.500 ton, yang kini sedang menunggu pengiriman setelah mendapat persetujuan dari kantor wilayah. (del)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved