Selasa, 21 April 2026

Berita Pangkalpinang

Babel Punya 640 Daya Tarik Wisata, Didominasi Wisata Alam dan Budaya

Saat ini Negeri Serumpun Sebalai memiliki 640 daya tarik wisata yang terdiri atas 372 wisata alam, 216 wisata budaya, dan 52 wisata buatan.

Editor: suhendri
Dokumentasi Widya Kemala Sari
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wydia Kemala Sari. 

“Semua potensi ini adalah modal besar untuk menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat selain tambang,” ucap Wydia.

Dengan visi “Mewujudkan Babel Berdaya Saing, Berbudaya, Mandiri, dan Sejahtera” periode 2025–2030, Pemprov Babel menetapkan pariwisata sebagai salah satu program unggulan.

“Pariwisata punya multiplier effect yang kuat, sangat prospektif, dan layak menjadi penyokong utama transformasi ekonomi Babel,” kata Wydia.

Tradisi Pesta Adat Perang Ketupat di Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, beberapa waktu lalu.
Tradisi Pesta Adat Perang Ketupat di Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, beberapa waktu lalu. (DOK BANGKA POS)

 

Bergeser ke private tourism

Sebelumnya, Dosen Program Studi Pariwisata Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Zakia Ayu Lestari, Rabu (3/9/2025), mengatakan, pergeseran tren wisata dari mass tourism ke private tourism menjadi faktor utama di balik meningkatnya kunjungan wisatawan. 

Menurut Zakia, wisatawan kini lebih memilih pengalaman yang personal, tenang, dan sehat seperti wisata kebugaran (wellness tourism) di Belitung atau tur privat ke pulau-pulau kecil yang masih alami.

Selain itu, lanjut dia, kemudahan aksesibilitas, peningkatan promosi digital, serta daya tarik wisata bahari dan kuliner lokal ikut memperkuat posisi Babel sebagai destinasi unggulan di Indonesia.

Meski demikian, Zakia menilai masih ada tantangan besar yang perlu segera dibenahi, terutama dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola destinasi wisata.

“Kondisi pariwisata Babel dikatakan cukup baik, namun masih banyak kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang belum memiliki wawasan standar pariwisata dan keterampilan hospitality. Pengelolaan destinasi di beberapa daerah juga belum terorganisir dengan baik, bahkan sering terjadi perbedaan pendapat antarpengelola,” ujarnya.

Zakia mendorong pemerintah dan para pemangku kepentingan agar lebih aktif melakukan inovasi.

Salah satunya dengan membuka lebih banyak rute penerbangan dari berbagai daerah dan menyediakan tiket dengan harga terjangkau pada periode tertentu.

Ia pun menyarankan agar Bangka Belitung mengembangkan kegiatan pariwisata berskala nasional yang terintegrasi dengan kearifan lokal.

Misalnya, menyelenggarakan festival budaya di lokasi-lokasi ikonik seperti Gebong Memarong di Air Abik. (t3)

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved