Rabu, 29 April 2026

Berita Bangka Barat

Polres Bangka Barat Cegah Tindakan Kekerasan di Sekolah

Kepolisian Resor Bangka Barat menggelar sosialisasi pada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Kabupaten Bangka Barat.

Tayang:
Istimewa/ Polres Babar
SOSIALISASI -- Kasat Reskrim Polres Babar memberikan arahan mengenai isu-isu kekerasan di kalangan pelajar dan pentingnya peran aktif sekolah dalam melakukan tindak lanjut serta pencegahan dini, pada Selasa (16/9/2025) di Mentok. 

MENTOK, BABEL NEWS - Kepolisian Resor Bangka Barat menggelar sosialisasi pada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Kabupaten Bangka Barat, Rabu (17/9). Kegiatan ini bertujuan melakukan pencegahan bullying, perkelahian pelajar, dan tawuran di sekolah yang ada di wilayahnya.

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Fajar memberikan arahan mengenai isu-isu kekerasan di kalangan pelajar dan pentingnya peran aktif sekolah dalam melakukan tindak lanjut serta pencegahan dini.

Ia menekankan, pengawasan ketat, pembinaan karakter, serta sinergi antara sekolah, orang tua, dan aparat keamanan merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

"Kami dari Polres Bangka Barat ingin mengajak semua pihak terutama sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam menanggulangi dan mencegah berbagai tindak kekerasan yang dapat merusak masa depan anak-anak kita," kata Fajar.

Selain sosialisasi, Polres Bangka Barat juga mendorong optimalisasi peran Guru Bimbingan Konseling (BK) dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada siswa yang berpotensi melakukan tindakan kekerasan.

"Melalui kegiatan ini, Polres Bangka Barat berharap sinergi yang kuat antara kepolisian dan dunia pendidikan dapat terus terjalin untuk menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan sekolah serta menciptakan generasi muda yang berkarakter dan bertanggung jawab," harapnya.

Diketahui, sempat ramai menjadi perhatian publik, terkait seorang siswa SMP di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, dilaporkan pingsan usai diduga mengalami perundungan (bullying) secara fisik dari teman-teman sekolahnya, Senin (1/9). 

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan, Anggota DPRD Bangka Barat, hingga kepolisian. Sehingga menjadi atensi, agar kasus serupa tak lagi terjadi di waktu mendatang. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved