Rabu, 22 April 2026

Berita Pangkalpinang

Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren, Pondok Modern Daarul Abror Gelar Seminar Internasional

Pondok Modern Daarul Abror (PMDA) melaksanakan agenda seminar internasional di Aula Gedung Al Azhar, PMDA.

Istimewa/ PMDA
SEMINAR -- Pelaksanaan seminar internasional bertajuk “Economic Independence Internasional Seminar” Pondok Modern Daarul Abror (PMDA) yang dilaksanakan Pondok Modern Daarul Abror (PMDA), pada Selasa (16/9/2025) kemarin. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pondok Modern Daarul Abror (PMDA) melaksanakan agenda seminar internasional bertajuk "Economic Independence Internasional Seminar" di Aula Gedung Al Azhar, PMDA kampus putra, pada Selasa (16/9). Acara ini dihadiri oleh para asatidz di lingkungan PMDA dan beberapa tamu undangan dari perwakilan pesantren yang tergabung dalam Himpunan Bisnis dan Ekonomi Pesantren (Hebitren).

Mengangkat tema "Integrating Education and Islamic Finance: Building Economic Independence for Pesantren" Seminar kemandirian ekonomi ini mengintegrasikan Pendidikan dan keuangan islam serta pentingnya membangun kemandirian ekonomi pesantren.

Pimpinan PMDA, Sofyan Abu Yamin menyampaikan, sebagai sebuah pesantren, PMDA harus bisa mandiri, supaya kuat menghadapi tantangan zaman. Untuk itu ia menekankan pentingnya kerja sama dan persatuan antar pesantren khususnya di Bangka Belitung.

"Kegiatan ini kami menghadirkan pembicara dari Negara tetangga Brunei Darussalam, Haji Suhaili Bin Haji Momin. Beliau merupakan Penasehat ekonomi Senior Al WADY, Auditor Syariah, ABYAD dan kandidat Doctor di Islamic Investment Banking/Unissa/Brunei Darussalam. Selain itu PMDA juga menghadirkan dua pembicara lainnya yaitu dari Perwakilan Bank Indonesia, Dika Prasetya Putra dan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Bangka Belitung, Ahmad Irvani," ujar Sofyan dalam rilisnya, Jumat (19/9).

Perwakilan Bank Indonesia wilayah Bangka Belitung, Dika Prasetya Putra memberikan pemahaman terkait fungsi bank sentral dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Menurutnya, kinerja ekonomi syariah nasional mencatat capaian yang menggembirakan, sehingga ekonomi syariah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.

"Kemudian juga masuk (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2025-2029. Untuk itu peningkatan literasi syariah di Bangka Belitung tahun 2025 sangat penting, harus mencapai 50 persen," sebutnya.

Selanjutnya dalam sesi kedua Ketua MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Bangka Belitung Irvanic memaparkan model pembelajaran ekonomi pesantren dan masyarakat melalui sinergi pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan lokal. 

"Ada empat prinsip pemberdayaan dalam ekonomi islam di antaranya, tauhid dan keadilan, kemandirian dan produktivitas, persaudaraan dan solidaritas, serta keseimbangan dunia dan ukhrowi," katanya. (*/w4)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved