Berita Pangkalpinang
Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren, Pondok Modern Daarul Abror Gelar Seminar Internasional
Pondok Modern Daarul Abror (PMDA) melaksanakan agenda seminar internasional di Aula Gedung Al Azhar, PMDA.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pondok Modern Daarul Abror (PMDA) melaksanakan agenda seminar internasional bertajuk "Economic Independence Internasional Seminar" di Aula Gedung Al Azhar, PMDA kampus putra, pada Selasa (16/9). Acara ini dihadiri oleh para asatidz di lingkungan PMDA dan beberapa tamu undangan dari perwakilan pesantren yang tergabung dalam Himpunan Bisnis dan Ekonomi Pesantren (Hebitren).
Mengangkat tema "Integrating Education and Islamic Finance: Building Economic Independence for Pesantren" Seminar kemandirian ekonomi ini mengintegrasikan Pendidikan dan keuangan islam serta pentingnya membangun kemandirian ekonomi pesantren.
Pimpinan PMDA, Sofyan Abu Yamin menyampaikan, sebagai sebuah pesantren, PMDA harus bisa mandiri, supaya kuat menghadapi tantangan zaman. Untuk itu ia menekankan pentingnya kerja sama dan persatuan antar pesantren khususnya di Bangka Belitung.
"Kegiatan ini kami menghadirkan pembicara dari Negara tetangga Brunei Darussalam, Haji Suhaili Bin Haji Momin. Beliau merupakan Penasehat ekonomi Senior Al WADY, Auditor Syariah, ABYAD dan kandidat Doctor di Islamic Investment Banking/Unissa/Brunei Darussalam. Selain itu PMDA juga menghadirkan dua pembicara lainnya yaitu dari Perwakilan Bank Indonesia, Dika Prasetya Putra dan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Bangka Belitung, Ahmad Irvani," ujar Sofyan dalam rilisnya, Jumat (19/9).
Perwakilan Bank Indonesia wilayah Bangka Belitung, Dika Prasetya Putra memberikan pemahaman terkait fungsi bank sentral dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Menurutnya, kinerja ekonomi syariah nasional mencatat capaian yang menggembirakan, sehingga ekonomi syariah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.
"Kemudian juga masuk (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2025-2029. Untuk itu peningkatan literasi syariah di Bangka Belitung tahun 2025 sangat penting, harus mencapai 50 persen," sebutnya.
Selanjutnya dalam sesi kedua Ketua MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Bangka Belitung Irvanic memaparkan model pembelajaran ekonomi pesantren dan masyarakat melalui sinergi pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan lokal.
"Ada empat prinsip pemberdayaan dalam ekonomi islam di antaranya, tauhid dan keadilan, kemandirian dan produktivitas, persaudaraan dan solidaritas, serta keseimbangan dunia dan ukhrowi," katanya. (*/w4)
| Bazar Tampilkan Karya Warga Binaan, Ada Aneka Makan Olahan hingga Tas Rajut |
|
|---|
| Harga TBS Sawit di Babel Ditetapkan Rp3.088-Rp3.783 per Kg |
|
|---|
| Disperindag Pangkalpinang Sebut Kenaikan Harga Plastik Murni Mekanisme Pasar |
|
|---|
| Pedagang dan UMKM Pangkalpinang Keluhkan Harga Plastik, Kantong Kresek Tembus Rp14.000 |
|
|---|
| Bolesa Ajak Seluruh Karyawan Ramah Tamah dan Syukuran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250919-SEMINAR-Pelaksanaan-seminar-internasional-bertajuk-12.jpg)