Selasa, 28 April 2026

Berita Bangka

Sukses Kelola Stunting, Pemkab Bangka Terima Penghargaan Berskala Internasional

Pemerintah Kabupaten Bangka kembali menerima  penghargaan bergengsi berskala internasional atas keberhasilan pembangunan daerah.

Ist/Diskominfo Bangka
PENGHARGAAN - Sertififat penghargaan Pemkab Bangka dari SEAMEO REFCON 2025 atas keberhasilan tata kelola stunting pada anak usia dini. 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka kembali menerima  penghargaan bergengsi berskala internasional atas keberhasilan pembangunan daerah. Penghargaan yang diterima kali ini adalah penghargaan sebagai daerah terbaik di Indonesia  dalam tata kelola stunting terintegrasi pendidikan anak usia dini.

Atas kinerja ini, Pj Bupati Bangka, yang diwakili oleh Kepala Bappeda, menerima penghargaan SEAMEO REFCON AWARD 2025 di Hotel Morrisey, Jakarta pada Rabu (24/9). Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Bangka bersama 5 kabupaten lainnya terpilih sebagai best practice di Indonesia.

Pj Bupati Bangka, Jantani Ali mengatakan, penghargaan tersebut diberikan oleh Organisasi Kementerian Pendidikan se-Asia Tenggara untuk keberhasilan daerah dalam penurunan stunting melalui implementasi Program Anakku Sehat dan Cerdas di Indonesia.

Jantani Ali memberikan apresiasi dan penghargaan luar biasa kepada semua stakeholder stunting atas penghargaan yang diterima. "Kami dedikasikan penghargaan ini kepada semua komponen hexahelix yang telah saling sinergi dan konvergentif dalam pengelolaan stunting berbasis pendidikan usia dini," kata Jantani Ali, Kamis (25/9).

Pihaknya juga menyatakan komitmen penurunan stunting yang merupakan terapan Peraturan Bupati Bangka tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Stunting. "Kami berkomitmen untuk menjadikan Kabupaten Bangka zero stunting dan memastikan bahwa pada era bonus demografi nantinya, SDM generasi penerus di kabupaten Bangka lebih berkualitas dan berintegritas serta memiliki daya saing," ujarnya.

Pj Sekda Bangka, Thony Marza menyebut, pengelolaan stunting berbasis pendidikan usia dini dilakukan melalui konvergensi hulu-hilir. Mulai dari pengelolaan kelembagaan, pengelolaan advokasi, pengelolaan pernikahan, pengelolaan kehamilan, pengelolaan pengasuhan, pengelolaan sanitasi, dan pengelolaan inovasi.

"Dengan menerapkan pendekatan hexahelix melibatkan enam pilar yaitu pemerintah, pelaku usaha, perbankan, masyarakat, perguruan tinggi, dan media massa," kata Thony Marza.

Kepala Bappeda, Pan Budi Marwoto mengatakan, Pemkab Bangka mendapatkan SEAMEO REFCON Award untuk kategori 'Agung'  kategori penghargaan tertinggi di Indonesia. Dalam hirarkinya, secara berjenjang, kategori penghargaan dimulai Pratama-Madya-Utama-Paripurna dan Agung.

Selain Kabupaten Bangka, Kabupaten Brebes, Lombok Timur dan Tanjung Jabung Timur juga mendapatkan penghargaan kategori 'Agung'. SEAMEO REFCON menilai keempat kabupaten tersebut berhasil mencapai kinerja maksimal dalam tatakelola stunting terintegrasi dengan Early Childhood Care, Nutrition, and Education (ECCNE) yang ditandai dengan setidaknya tiga keberhasilan.

Adapun keberhasilan yang dimaksud yakni kebijakan dan penganggaran terintegrasi dengan aksi konvergensi stunting, keberhasilan seluruh lembaga PAUD melaksanakan kegiatan penguatan layanan PAUD-HI dan keberhasilan daerah dalam penurunan angka stunting 2 persen per tahun sejak dimulainya program. 

"Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Program Anakku Sehat dan Cerdas yang telah berjalan sejak 2017 melalui intensifikasi PAUD Holistik Integratif berbasis aksi konvergensi stunting," kata Pan Budi.

Menurutnya, program ini terbukti mampu mengakselerasi penurunan stunting melalui implementasi model integrasi lima komponen esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. "Lima komponen itu yaitu lingkungan yang mendukung pengasuhan orang tua, pengasuhan dan pendidikan kesehatan dan gizi serta kebijakan dan partisipasi multisektor," ujarnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved