Selasa, 28 April 2026

Berita Bangka Tengah

Pemkab Bangka Tengah Dorong Penguatan Lembaga Perlindungan Perempuan

Pemkab Bangka Tengah melakukan penguatan kapasitas bagi lembaga penyedia layanan perlindungan perempuan.

Tayang:
Istimewa/ Diskominfosta Bangka Tengah 
BIMTEK - Foto bersama para peserta BimtekPeningkatan Kapasitas Sumber Daya Lembaga Penyedia Layanan Penanganan Perempuan Korban Kekerasan yang berlangsung pada 24–25 September 2025 di Hotel Santika Bangka, Pangkalanbaru. 

PANGKALANBARU, BABEL NEWS - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Bangka Tengah melakukan penguatan kapasitas bagi lembaga penyedia layanan perlindungan perempuan.

Hal itu dilakukan melalui agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Lembaga Penyedia Layanan Penanganan Perempuan Korban Kekerasan pada 24-25 September 2025 di Hotel Santika Bangka, Pangkalanbaru, Bangka Tengah.

Agenda tersebut diikuti oleh 24 peserta yang terdiri atas anggota Forum Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (FPKDRT), Satgas PPA, UPPA Polres Bangka Tengah, PUSPAGA, juga tenaga kesehatan jiwa dari RSUD Drs. H. Abu Hanifah dan RSUD Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, M.M. termasuk pihak Dinsos-PMD dan DPPKBPPPA.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemkab Bangka Tengah, Feri Prihatin Akbar mengatakan, kekerasan pada perempuan bukan hanya persoalan individu, melainkan masalah kompleks yang terus menggerogoti tatanan sosial kita dan merampas hak-hak dasar untuk hidup aman serta bermartabat.

"Kekerasan ini dapat berupa kekerasan fisik, seksual, psikologis, bahkan kekerasan ekonomi, dan sering kali terjadi di lingkungan terdekat kita, baik di dalam keluarga, di tempat kerja, maupun di ruang publik," ujar Feri Prihatin Akbar dalam rilisnya, Kamis (25/9).

Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Bangka Tengah, Wiwik Susanti menyampaikan, kegiatan ini dilatarbelakangi masih adanya kasus kekerasan terhadap perempuan yang menjadi permasalahan dan membutuhkan perhatian bersama. "Tidak sedikit kasus yang tidak terlaporkan karena adanya stigma, rasa malu, maupun minimnya akses korban untuk mendapatkan layanan pendampingan yang layak dan adil," sebut Wiwik Susanti.

Menurutnya, diperlukan upaya penguatan kapasitas kapada para lembaga penyedia layanan perlindungan perempuan agar mampu memberikan penanganan yang komprehensif, responsif, dan berkeadilan.

"Oleh karena itu, DPPKBPPPA Kabupaten Bangka Tengah menginisiasi kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) ini sebagai wadah peningkatan kapasitas sumber daya, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan sistem perlindungan yang lebih optimal bagi perempuan korban kekerasan," jelas Wiwik Susanti.

Dirinya berharap, denga bimtek ini bisa memperkuat kolaborasi dan sinergi antara berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat sipil, lembaga pendidikan, dan keluarga untuk menciptakan sistem perlindungan yang lebih kuat. "Ujungnya tentu bisa memberikan dukungan moral serta membantu mereka menemukan bantuan hukum yang adil," pungkasnya. (*/w4)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved